Technologue.id, Jakarta – Media sosial seperti Facebook belakangan dituding sebagai biang perpecahan di tengah masyarakat. Sebab di platform tersebut, tersebar banyak berita hoax atau palsu. Padahal, tentu saja informasi keliru itu tak akan ada kalau semua pengguna medsos bertanggung jawab.

Baca juga:

Walau Tipis, Laptop Rp8 Jutaan dari Asus Ini Speknya Berbobot

Tak ingin terus jadi kambing hitam, Facebook berupaya meredam sebaran berita hoax di platformnya dengan cara mengatasi praktik cloaking. Cloaking sendiri adalah sebuah praktik yang kerap dilakukan pihak tak bertanggung jawab untuk menipu netizen dengan menyamarkan situs atau iklan yang sebenarnya dari sebuah halaman, untuk melewati proses tinjauan Facebook.

Ya, Anda pasti pernah menjumpai terapan dari praktik ini. Biasanya, ada link menarik yang kerap memunculkan rasa penasaran pada diri.

Baca juga:

Go-Jek Resmi Akuisisi LOKÉT, Apa Tujuannya?

Namun setelah diklik, Anda akan dibawa ke halaman website yang berbeda dengan yang ditampilkan sebelumnya. Biasanya, website yang sering melakukan penyamaran ini di antaranya pornografi dan tipuan untuk produk kesehatan. Hal yang melanggar kebijakan Facebook inilah yang kerap membuat pengalaman negatif dan mengganggu bagi orang banyak.

Baca juga:

Basofi Sudirman Berpulang, Begini Reaksi Netizen

Akan tetapi jangan khawatir, karena menurut klaim  pihak Facebook secara tertulis (10/08/17), mereka membuktikan mampu menghalau kenakalan pihak-pihak tak bertanggung jawab itu. Bahkan, ratusan akun pelaku pelanggaran telah berhasil dihapus dan mereka berjanji untuk senantiasa melakukan peningkatan lagi.