HomeLatest NewsBelanja Online Meningkat Drastis, Sampah Karton Menumpuk

Belanja Online Meningkat Drastis, Sampah Karton Menumpuk

Sejak pandemi virus corona, hampir semua negara-negara di dunia memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Alhasil, masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitasnya di luar, tetap berada di dalam rumah. Semua kegiatan, termasuk berbelanja pun dilakuan secara online.

Laporan dari Optinmonster, belanja online berkembang sangat cepat, secara global diperkirakan mencapai 4 triliun pada tahun 2020. Di Amerika Serikat diperkirakan 300 juta pembeli online pada tahun 2023. Itu berarti 91% dari populasi seluruh negara.

Sejauh ini, 69% warga Amerika berbelanja online, dan 25% lainnya berbelanja online setidaknya sebulan sekali. Mayoritas (59%) pembeli ini membeli pakaian, dan 47% lainnya membeli keperluan pertama mereka secara daring.

Akibat meningkatnya pembeliaan online ini, membuat sampah menggunung. Kemasan online shopping, seperti kotak kardus, plastik, hingga bubble wrap, mulai menjadi limbah di masyarakat.

Diwartakan The Verge, Jumat (8/1/2021), Amerika Serikat mulai pusing dengan menumpuknya jenis sampah yang kini lebih banyak berupa karton. Mencoba untuk melakukan duar ulang.

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat menyebutkan, karton memiliki tingkat daur ulang yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bahan kemasan lainnya. Tingkat daur ulang keseluruhan untuk material, termasuk kertas, kaca, dan plastik, di AS sekitar 32 persen pada 2018. Tingkat daur ulang untuk kotak karton, di sisi lain, telah mendekati 90 persen sejak tahun 2011.

Sejak pandemi virus corona merajalela, pihak distribusi pun mencoba mendaur ulang kotak yang banyak terbuang. Akhirnya, diproduksi ulang untuk digunakan kembali. Pada November 2020, industri pengemasan wadah papan melihat peningkatan produksi 3,6, menurut American Forest & Paper Association.

Banyaknya permintaan kotak kardus–yang dipicu oleh ledakan pembelian di Ecommerce–juga membantu program daur ulang yang dulu bermasalah bisa bertahan.

“Kami sedang memulihkan diri,” kata David Biderman, direktur eksekutif dan CEO Asosiasi Limbah Padat Amerika Utara.

Ada indikasi perusahaan mendaur ulang kotaknya dalam jumlah besar. Pengangkut sampah dapat menjual karton bekas kepada perusahaan yang membuat kotak baru. Republic Services melihat peningkatan 2 persen dalam jumlah karton yang dapat dijual pada tahun 2020. Itu adalah lonjakan yang cukup signifikan yang dialami industri daur ulang secara keseluruhan dalam beberapa tahun terakhir.

- Advertisement -

Berita Lainnya

See More