Berkat Jualan Online di Marketplace, Brand Fesyen Muslim Ini Rekrut Hingga 100 Karyawan

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Bisnis fashion muslim menjadi salah satu peluang bisnis paling populer saat ini. Mulai dari anak sekolah, ibu rumah tangga hingga lulusan universitas terkemuka, semuanya bisa mencoba peruntungan masing-masing, terlebih bagi orang yang mempunyai jiwa kewirausahaan.

Seperti pengalaman Abu Nasor Al Farobi atau yang kerap disapa Robi dalam membangun brand Tazkia Hijab sejak 2014. Ia bercerita, mulanya hanya jadi seorang reseller yang mengambil barang dagangan dari toko baju muslim di Bandung.

Diakuinya, saat menjadi reseller, penjualan produk di segmen muslim terus mengalami peningkatan, terutama di momen Ramadan. Namun ada kekurangan dari sisi kepuasan konsumen. Hal ini yang mendorongnya meniti usaha fashion muslimnya sendiri.

“Yang menjadi ‘pekerjaan rumah’ (saat menjadi reseller) adalah tingkat kepuasan produk dari supplier yang masih kurang. Maka dari itu, saya memutuskan produk yang dijual harus produksi sendiri biar quality control optimal,” ungkap Robi. Mulai dari bahan dasar, desain, produksi, hingga pemasaran, semuanya sudah lepas campur tangan supplier.

Baca Juga:
Kisah Sukses Penjual Produk Digital Setelah Gabung di Mitra Tokopedia

Melalui Tazkia Hijab Store, Robi menjual berbagai produk fesyen muslim wanita seperti tunik, blus wanita, gamis, hingga perlengkapan ibadah, antara lain mukena. Target konsumennya mulai dari remaja sampai wanita dewasa.

Tazkia Hijab Store bergabung di Tokopedia sejak April 2014. Menurutnya, sejak membuka toko resmi di Tokopedia,  bisnis fashion muslim miliknya terus mengalami lonjakan pesanan. Pada awalnya Tazkia Hijab hanya menerima order sekitar 2-3 pesanan dengan omzet Rp100 ribu sampai Rp150 ribu dalam sehari. Namun, setelah terjun di bisnis online, Tazkia Hijab mampu meraup omzet hingga Rp15 juta sampai Rp 20 juta dalam sehari.

“Ratusan ribu produk yang terjual lewat Tokopedia berkontribusi terhadap hampir 50% dari total penjualan Tazkia Hijab secara keseluruhan,” ungkap Robi.

Berkat tingginya permintaan di Tokopedia , pria dengan latar belakang pendidikan di bidang Information Technology (IT) itu kini mampu  merekrut 80 hingga 100 karyawan. Padahal, Ia  mulai membangun usahanya hanya seorang diri saja sembari dibantu sang istri.

Untuk meningkatkan penjualan, Robi mengatakan, kerap memanfaatkan program dan fitur-fitur  untuk seller dari Tokopedia, seperti fitur TopAds, Promo Kejar Diskon, dan Flash Sale. Menurutnya, program-program untuk seller tersebut mampu mendorong penjualan dan sekaligus menaikkan eksposur terhadap brand Tazkia Hijab.

Baca Juga:
Riset Membuktikan, Tokopedia Jawara Pasar Marketplace di Indonesia

Sejak bergabung di Tokopedia, kini Tazkia Hijab bisa melayani pesanan ke seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Aceh sampai Papua.

Omzet besar yang Ia raih sekarang, tentu adalah hasil kerja keras Robi yang selama kurang lebih tujuh tahun membangun usahanya. Bukan tanpa hambatan, Robi sudah jatuh bangun melewati berbagai rintangan dalam membangun bisnis online fashion muslim miliknya.

Tazkia Hijab selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pelanggan setianya, mulai dari inovasi produk hijab, kualitas bahan, hingga desain yang trendy. Robi juga berharap Tazkia Hijab bisa menjadi pionir dalam model busana muslim kekinian.

“Persaingan dengan kompetitor di lini baju muslim terkadang sering terjadi baik itu dari segi harga maupun strategi pemasaran. Dari Tazkia Hijab, kami fokus untuk meningkatkan kualitas bahan dan jahitan dengan harga seterjangkau mungkin. Tazkia ini menyasar segmen middle-low. Strategi yang tepat saat ini adalah bagaimana bisa memberikan produk yang terjangkau  dengan kualitas terbaik,” jelasnya.

Baca Juga:
Riset Tunjukkan Tokopedia E-commerce Paling Direkomendasikan Pengguna

Dalam waktu dekat, Tazkia Hijab berencana menambah segmen busana muslim lainnya, seperti untuk anak-anak (Tazkia Hijab for Kids) dan kaum laki-laki (Tazkia Hijab for Men).

Melihat dari perjuangan Robi selama bertahun-tahun, Ia menekankan bahwa harus fokus dan jangan mudah menyerah.

“Sukses bukan seberapa tinggi pencapaian tapi seberapa besar kita gigih dalam mencapai apa yang menjadi tujuan kita,” tutupnya.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories