Technologue.id, Jakarta –┬áPredikat sebagai vendor smartphone nomor satu dunia saat ini ternyata bukan jaminan Samsung bisa santai. Pabrik dari Korea Selatan itu harus tetap kuat di tengah serbuan kompetitor dari Tiongkok sambil mencari cara untuk mengatasi sedang lesunya daya beli konsumen global.

Menariknya, mereka tak gentar memasang target margin profit yang terus meningkat. PhoneRadar (26/6/16) lantas memprediksi Samsung bakal menaikkan banderol smartphone-nya.

Kebijakan menaikkan banderol bertujuan untuk memenuhi target margin profit 17 persen di kuartal kedua 2016. Faktaya selama tiga bulan awal tahun ini, selisih keuntungan mereka masih berkisar di 15,8 persen.

Samsung sendiri cukup percaya diri untuk menjual karyanya dengan harga lebih tinggi. Sebab, penjualan Galaxy S7 dan S7 Edge terbukti tak sepi-sepi amat. Alhasil, mereka pun merasa fokus memproduksi ponsel premium dan menaikkan harga produknya adalah langkah yang masih masuk akal.