Technologue.id, Jakarta – Belanja online sudah makin populer di kalangan pengguna internet di Indonesia. Penyedia layanan belanja online pun berbondong-bondong memasuki pasar dagang online (e-commerce) di tanah air, baik lokal maupun internasional.

Meskipun industri e-commerce Indonesia sudah ramai, tak menyurukan niat WinMarket untuk ikut masuk ke tengah kompetisi. Pemain baru asal Surabaya itu mengaku ingin membawa kebanggaan bagi kampung Bonek ke persaingan bisnis digital tingkat nasional.

WinMarket memang baru diperkenalkan ke hadapan publik. Namun, PT Bimasakti Multi Sinergi sebagai induk dari layanan yang disediakan WinMarket bukanlah perusahaan baru. WinMarket tidak cuma tersedia dalam bentuk website, melainkan aplikasi yang dapat diunduh di Play Store dan App Store.

“Kebanyakan player e-commerce ini berasal dari Jakarta, seperti Tokopedia, Zalora, Lazada, Go-jek, tidak dari daerah-daerah. Dengan semangat ‘Bonek’, kita launching digital bisnis di Jakarta,” kata Didin Noor Ali, Director of Commercial & Partnership di K43 Bar, Kemang, Jakarta.

- Advertisement -

WinMarket mengaku tak gentar menghadapi kompetisi dengan para pemain lain yang sudah mapan di industri e-commerce. Prinsip nekad Bonek, pendukung tim sepakbola Persebaya disebutkan dianut para pendiri WinMarket dalam kompetisi.

Tak haya modal nekad, WinMarket ternyata memiliki perhitungan yang cukup matang sebelum menghadapi medan persaingan. Minimnya usaha kecil menengah (UKM) yang terintegrasi dunia digital dipandang WinMarket jadi potensi besar bagi perusahaannya untuk berkembang.

“Dari sekitar 57,9 juta pelaku UKM, hanya lima persen yang sudah pakai teknologi digital, kebanyakan belum masuk ke internet karena keterbatasan resource. Pasar besar jangan hanya dinikmati pemain besar. Untuk itu, PT Bimasakti Multi Sinergi menghadirkan layanan untuk UKM,” tambah Didin.

Selama setahun sejak diluncurkan, Ibnu Sunarto selaku CEO PT Bimasakti Multi Sinergi menyatakan perusahaannya menargetkan 100 ribu merchant dari UKM yang akan bergabung dengan 40 ribu SKU. Produk yang akan dipasarkan di dalamnya akan beragam dari fashion, produk lokal hingga produk elektronik populer lainnya.

“Transaksinya kita targetkan akan mencapai 800 ribu transaksi per bulan. Sedangkan untuk pembeli di WinMarket masih sangat besar potensinya, bisa mencapai 10 juta pengguna yang melakukan pembelian lewat layanan kami,” tandas Ibnu.

 

Baca juga :

CEO BLIBLI.COM : E-COMMERCE ITU BUKAN CUMA JUALAN

TELKOM INDONESIA DAN AUSTRALIA PATUNGAN INVESTASI STARTUP ASIA TENGGARA

DELIVEREE TAWARKAN PENGEMUDI DISKON SERVICE DAN KREDIT GADGET