Technologue.id, Jakarta – Sebagai seorang yang sudah lama berkecimpung di industri konstruksi dengan background keuangan yang kuat, Andrian Eka Putra prihatin dengan kejadian yang pernah menimpa beberapa temannya. Ia acap menemui beragam problematika terkait bangun-membangun, mulai dari kesulitan mencari tukang yang dapat dipercaya hingga minimnya pengetahuan untuk membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Kombinasi dua isu tersebut bisa berdampak fatal jika tak diantisipasi. Buktinya, teman Andrian sampai harus membuang ratusan juta rupiah secara sia-sia sewaktu membangun rumah.

“Pokok permasalahannya karena dia tidak mengerti cara menghitung RAB membangun rumah dan tidak punya waktu memonitor progress pekerjaan saat sibuk dinas kerja,” ungkap Andrian, secara tertulis pada Technologue.id (25/07/17).

Tergerak untuk membantu sesama sekaligus menjawab kebutuhan pasar dengan menawarkan inovasi berupa layanan renovasi rumah yang terintegrasi dengan internet, Andrian lantas mendirikan Mitrarenov.com. Ia mendirikan startup tersebut bersama rekannya yang juga sarat pengalaman di bidang konstruksi dan arsitektur, Aria Perbancana, yang berpengalaman sebagai arsitek dan dosen.

Mitrarenov.com (source: Mitrarenov.com)

Secara sederhana, Andrian menjelaskan bahwa Mitrarenov.com ingin menjadi mitra terpercaya masyarakat dalam kebutuhan pembangunan. Layanan yang ditawarkan cukup lengkap, sedari renovasi rumah, penambahan kamar, hingga membangun rumah baru. Menariknya, seluruh progres pekerjaan tesebut dapat dimonitor lewat handphone konsumen dengan hanya memasukkan user ID dan password.

Yang tak kalah menggiurkan, Mitrarenov.com juga memberikan service tambahan pada calon pelanggannya untuk mendapat pinjaman dari jasa perbankan secara cuma-cuma.

Sampai sekarang, startup yang masih dikelola secara bootstrap ini sudah menampung puluhan proyek dengan nilai rata-rata di atas Rp200 juta. Sampai akhir Desember nanti, mereka menargetkan mampu melayani klien di kawasan Jabodetabek dengan transaksi Rp1 miliar per bulan.

 

Baca juga:

Dapat Kucuran Rp26 Trilun, Grab Pecahkan Rekor Investasi Se-ASEAN

Tak Sembarang Jual Barang Second, Prelo Klaim Beda dengan E-commerce Lain

Amartha dan Kitabisa Berhasil Beber 1 KM Sajadah untuk Indonesia