GadgetMurah Banget, Biaya Paten Smartphone Huawei 5G Cuma USD2,5

Murah Banget, Biaya Paten Smartphone Huawei 5G Cuma USD2,5

Technologue.id, Shenzhen – Beberapa hari yang lalu, Komunitas Huawei mengungkapkan, bahwa sang bos besar, Ren Zhengfei, mengumumkan biaya paten smartphone 5G Huawei.

Menurut informasi yang dirilis oleh Huawei, Ren Zhengfei mengatakan, “Kami akan membangun benchmark harga yang wajar.”

Dia mengklaim ini diperlukan untuk memungkinkan industri menggunakan paten dan teknologi Huawei secara adil dan wajar. Tentu, sebagai imbalannya, perusahaan akan mendapatkan dana R&D yang sesuai.

“Ini akan membantu perusahaan untuk membangun citra inovator di masyarakat internasional.” kata Ren Zhengfei dikutip Giz China.

Baca juga:
Konektivitas Cepat, Infinix Zero 5G Rilis dengan Spek Lebih Canggih

Pengembangan Huawei 5G
“Jika Anda menggunakan paten orang lain, Anda harus membayar biaya yang wajar. Ini membantu membangun nilai kekayaan intelektual yang kondusif bagi inovasi di seluruh dunia,” ujar Ren Zhengfei lagi.

Biaya paten tidak dapat dibebankan untuk kepentingan pembebanan -mereka tidak boleh terlalu rendah. Jika terlalu rendah, inovasi di seluruh masyarakat akan terancam.

Tidak ada yang mau berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan. Dengan demikian, sebagian besar dana penelitian dan pengembangan berasal dari biaya paten. Inilah sebabnya mengapa Huawei mempertahankan prinsip yang wajar dan tidak diskriminatif sehubungan dengan paten.

Namun Ren Zhengfei menegaskan, biaya paten juga tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Jadi bagaimana sebenarnya Huawei melakukannya? Huawei sebelumnya telah mengungkapkan standar pengisian daya untuk ponsel 5G. Biaya lisensi paten Huawei untuk satu ponsel yang mengikuti standar 5G dibatasi hingga USD2,5.

Selain itu, tingkat persentase yang wajar yang berlaku untuk harga jual ponsel juga disediakan.

Lebih Rendah Daripada yang Lain
Perusahaan asing juga telah mengumumkan standar pengisian 5G. Pelaku industri seperti Qualcomm membebankan biaya 2,275% hingga 5% dari harga ponsel untuk perangkat yang menggunakan paten esensial standar 5G.

Giz Chine melaporkan, raksasa telekomunikasi Swedia, Ericsson mengenakan biaya USD5 untuk smartphone kelas atas dan USD2,5 untuk smartphone kelas bawah.

Selain itu, ada juga Nokia yang membebankan biaya hingga 3 euro untuk setiap ponsel 5G yang menggunakan patennya.

Dibandingkan dengan perusahaan lain, biaya paten 5G Huawei adalah yang terendah di antara produsen inti 5G. Ini jauh lebih murah daripada Qualcomm, yang sejalan dengan sikap Huawei terhadap biaya paten.

Huawei telah berjuang di pasar smartphone, berhasil merilis perangkat yang relevan. Larangan oleh AS melumpuhkan bisnis perusahaan tetapi Huawei tidak menyerah. Menurut perusahaan, pihaknya tidak bersaing di pasar smartphone, hanya berusaha bertahan.

Namun, dalam hal teknologi inti 5G, Huawei tetap menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Selanjutnya, pabrikan China juga paling murah.

Related articles

Kontroversial, Google Caplok Teknologi Huawei Demi Suksesnya Android 13

Technologue.id, Jakarta - Google membuat keputusan yang menarik dan...

Huawei Rilis Ponsel Layar Lipat Mate X2 Seharga Rp30 Jutaan

Technologue.id, Jakarta - Huawei secara resmi telah meluncurkan ponsel...

Huawei Rilis Harga Baru Smartwatch dan Smart Band, Mulai Rp5 Jutaan

Technologue.id, Jakarta - Selain merilis smartphone, Huawei juga diketahui...

Huawei Siap Berdayakan Pembangunan Hijau untuk Pengurangan Emisi Karbon

Technologue.id, Jakarta - Huawei sedang memulai gelaran KTT tahunan...

Huawei Terus Berinovasi untuk Kembangkan Industri

Technologue.id, Jakarta - Huawei diketahui tengah memulai gelaran KTT...