Bikin 63 BTS Baru di Sulawesi Hingga Papua, Telkomsel Dapat Penghargaan

Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel (Technologue.id)

Technologue.id, Jakarta – Sudah punya lebih dari 170 pengguna, maklum kalau Telkomsel berupaya untuk lebih menyamankan lagi pemakainya sembari menjaring pelanggan baru di daerah-daerah pelosok. Jadi, wajar jika anak perusahaan Telkom tersebut memutuskan untuk membangun Base Transceiver Stations (BTS) sebanyak 63 buah di beragam kawasan.

Sebanyak 64 BTS hasil implementasi dari program Merah Putih tersebut berdiri di NTT (16 BTS), NTB (7 BTS), Maluku (11 BTS), Sulawesi (21 BTS), Papua (5 BTS), dan Kepri (3 BTS). Diharapkan, kehadiran BTS di lokasi-lokasi tersebut bisa membantu 120 ribuan warga setempat untuk mendapatkan akses layanan telekomunikasi.

Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel, menyatakan, “Sejak awal beroperasi 22 tahun yang lalu, Telkomsel memiliki visi untuk menyatukan Indonesia melalui hadirnya layanan telekomunikasi di berbagai lokasi di Indonesia, sehingga masyarakat bisa saling terhubung kapan pun dan di mana pun.”

“Komitmen ini terus kami pertahankan hingga saat ini, di mana kami konsisten membangun daerah-daerah pelosok agar tidak terisolasi dari sisi telekomunikasi,” imbuhnya, dalam penjelasan yang disampaikan pada Technologue.id.

Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel (dua dari kanan) menerima penghargaan dari Rudiantara, Menkominfo (paling kanan) (source: Telkomsel)

Inisiatif ini diganjar setimpal. Sebab, belum lama ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika menghadiahkan gelar ‘Wajib bayar Kontribusi KPU/USO Terbaik Tahun Buku 2016’ di acara Malam Penghargaan dan Apresiasi KPU/USO 2017. KPU/USO sendiri merupakan program pemerataan pembangunan telekomunikasi dan informatika yang diprioritaskan di daerah perbatasan, desa tertinggal, desa terpencil, daerah rintisan dan daerah yang tidak layak secara ekonomis, serta wilayah yang belum terjangkau akses dan layanan telekomunikasi.

Sekadar informasi, program Telkomsel Merah Putih kini telah berhasil membuka jaringan telekomunikasi di sekitar 450 lokasi dari ujung Barat sampai Timur Indonesia. Di program ini, Telkomsel menerapkan teknologi berkonsep remote solution system bernama Very Small Aperture yang Terminal-Internet Protocol (VSAT-IP), yang memungkinkan pengguna menikmati layanan suara, SMS, hingga data dengan kualitas memadai. Teknologi berbasis satelit tersebut ditunjang dengan power supply yang menggunakan solar panel system, jadi cocok untuk diterapkan di daerah terpencil dengan infrastruktur yang sangat terbatas sampai kondisi geografis yang sangat ekstrem. seperti pedesaan dan wilayah terdepan Indonesia.

 

Baca juga:

Jaringan Telkomsel di Belitung Sudah Normal, Bantuan Pun Telah Tersalur

Telkomsel Tarungkan 32 Startup Terbaik The NextDev 2015 dan 2016

E-Agriculture, Fokus Telkomsel untuk Majukan Indonesia