Baca juga:
Xiaomi-Microsoft Siap Bikin Perangkat Bertenaga Artifical Intelligence
Kendati demikian, Gates berpandangan kalau menjadi presiden AS haruslah memiliki rencana ke depan untuk memperbaiki beragam problematika yang ada. Namun sepertinya, ia memilih untuk berkontribusi lewat aksi filantropis yang ia jalani bersama istri ketimbang duduk di kursi AS 1. Saat ini, Gates sendiri sedang dalam misi untuk melawan penyakit Alzheimer yang juga diidap oleh ayahnya. "Saya setuju kalau kita harus punya presiden yang berpikir panjang terhadap peran AS di dunia dan riset yang bisa mengatasi penyakit serta biaya tinggi, juga untuk mengatasi perubahan cuaca dan memperbaiki pendidikan," jelasnya.Baca juga:
Microsoft: Digitalisasi Akan Sumbang 40 Persen GDP Indonesia
Sebelumnya, tahun 2016 lalu, sempat beredar bocoran rencana Hillary Clinton dari email WikiLeaks untuk menggandeng Bill Gates sebagai pendampingnya di pemilihan umum presiden AS. Selain co-founder Microsoft tersebut, nama lain dari pesohor industri TI yang masuk sebagai kandidat adalah Tim Cook (CEO Apple). Namun pada akhirnya, Clinton memilih Tim Kaine sebagai pendampingnya.Baca juga:
Dalam survei lain yang diadakan Fidelum Partners, Gates sejatinya punya nilai elektabilitas yang cukup tinggi. Pasca menyurvei 1.012 warga Negeri Paman Sam, 28 persen di antara mereka menyatakan pria berkacamata itu cocok menjadi presiden Amerika Serikat selanjutnya.