Technologue.id, Jakarta – Pangsa Samsung di pasaran smartphone China terus menyusut. Setelah melakukan penutupan pabrik ponselnya di Tianjin, di utara China, raksasa elektronik asal Korea Selatan itu pun berencana untuk memangkas produksinya di satu-satunya pabrik yang tersisa di selatan China.

Menurut Reuters (5/6/2019), alasan pengurangan jatah produksi smartphone ini di pabrik Huizhou disebabkan oleh pangsa pasar Samsung yang semakin merosot selama lima tahun terakhir, dari semulai lebih dari 20% saat ini menjadi kurang dari 1%.

Baca Juga:
Mengadu Samsung Galaxy A10 dan Realme C2: Lebih Hebat Mana?

Pabrik Huizhou menjadi satu-satunya pabrik yang tersisa di China, setelah perusahaan menutup pabrik ponselnya di Tianjin setahun lalu. Selama beberapa tahun terakhir perusahaan telah mengalihkan sebagian besar produksinya ke negara-negara seperti Vietnam dan India, meninggalkan pabrik-pabrik Cina untuk memenuhi permintaan lokal saja.

Tidak disebutkan berapa porsi pengurangan produksi ponsel di sana. Namun sebagai perbandingan, pabrik Samsung di Vietnam dan India, memiliki output masing-masing mencapai 240 juta dan 67 juta unit, dengan rencana pabrik di Uttar Pradesh mencapai 120 juta pada 2021.

Baca Juga:
Samsung Beri Update Software Pertama untuk Galaxy A70

Pengurangan produksi ini tentu akan mempengaruhi kegiatan operasional fasilitas produksi tersebut sehingga berimbas pada jumlah karyawan. Majalah keuangan Caixin melaporkan bahwa Samsung telah mulai menawarkan PHK sukarela dengan kompensasi kepada karyawan di Huizhou.

Penjualan lesu karena smartphone Samsung kalah bersaing dengan merek-merek lokal yang berhasil menjadi raja di negeri sendiri, seperti Huawei, Oppo, Xiaomi, dan Vivo. Kendati demikian, Samsung menekankan pentingnya China mengingat negara ini merupakan pasar smartphone terbesar di dunia.