Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Bisnis Metaverse Melempem, Studio VR Meta Terdampak PHK
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Beberapa studio virtual reality (VR) milik Meta dilaporkan terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) seiring dengan perubahan fokus perusahaan terhadap metaverse. Meta telah menutup tiga studio VR internalnya, yakni Armature Studio, Sanzaru Games, dan Twisted Pixel. Selain itu, aplikasi kebugaran VR populer Supernatural dipastikan tidak lagi menerima pembaruan konten baru.

Kabar penutupan ini pertama kali mencuat setelah karyawan dari Twisted Pixel dan Sanzaru mengunggah informasi tersebut melalui media sosial. Twisted Pixel diketahui baru saja merilis Marvel's Deadpool VR pada November lalu, sementara Sanzaru dikenal luas lewat game Asgard's Wrath.

Laporan Bloomberg juga mengungkap bahwa Armature Studio, yang sebelumnya menghadirkan Resident Evil 4 versi VR ke headset Quest pada tahun 2021, turut ditutup. Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa Supernatural, aplikasi kebugaran VR yang cukup populer di platform Meta, tidak akan lagi mendapatkan pembaruan.

“Karena perubahan organisasi baru-baru ini di studio kami, Supernatural tidak akan lagi menerima konten baru atau pembaruan fitur mulai hari ini,” tulis pihak perusahaan dalam sebuah pembaruan di Facebook. Meski demikian, aplikasi tersebut akan tetap dapat digunakan oleh pengguna yang sudah ada.

Meta sendiri telah mengonfirmasi penutupan sejumlah studio tersebut. Dalam pernyataan kepada Engadget, juru bicara Meta menyebutkan bahwa perusahaan tengah mengalihkan sebagian investasinya.

“Kami mengatakan bulan lalu bahwa kami mengalihkan sebagian investasi kami dari metaverse ke perangkat wearable,” ujarnya. “Langkah ini merupakan bagian dari upaya tersebut, dan kami berencana untuk menginvestasikan kembali penghematan ini guna mendukung pertumbuhan perangkat wearable tahun ini.”

Pemangkasan ini memunculkan pertanyaan besar mengenai komitmen Meta terhadap ekosistem VR, terutama mengingat perusahaan telah menginvestasikan dana yang sangat besar di sektor tersebut. Meta belum mengumumkan headset VR baru sejak peluncuran Quest 3S pada tahun 2024. Selain itu, bulan lalu perusahaan juga dilaporkan menunda rencana pengembangan headset Horizon OS hasil kerja sama dengan Asus dan Lenovo. Kini, pengembangan game internal pun ikut dikurangi.

Meski demikian, Meta menegaskan bahwa mereka tidak sepenuhnya meninggalkan industri game VR. Direktur Oculus Studios, Tamara Sciamanna, dalam memo internal yang dikutip Bloomberg, menyatakan bahwa perubahan ini bukan berarti Meta menjauh dari dunia video game.

“Dengan perubahan ini, kami mengalihkan investasi untuk lebih berfokus pada pengembang dan mitra pihak ketiga demi memastikan keberlanjutan jangka panjang ekosistem,” tulisnya.

SHARE: