Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Biznet: Kualitas Kini Kalahkan Harga dalam Memilih Layanan Internet
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Dinamika industri telekomunikasi, khususnya penyedia layanan internet, mengalami pergeseran tren yang cukup signifikan sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, Biznet mengungkapkan bahwa harga murah tidak lagi menjadi faktor tunggal dalam keputusan pelanggan.

Faktor kualitas koneksi dan nilai tambah (value) kini justru menjadi pertimbangan utama masyarakat sebelum berlangganan. Hal ini mencerminkan tingkat literasi digital konsumen Indonesia yang semakin matang dalam menilai kebutuhan konektivitas mereka.

Adrianto Sulistyo, Senior Manager Marketing Biznet, menyebut masyarakat kini jauh lebih kritis dan rasional saat memilih provider internet. Strategi perang harga yang dulu efektif, kini mulai ditinggalkan karena konsumen lebih mengutamakan stabilitas jaringan.

"Kalau mereka lihat harganya murah, mereka tanya dulu kualitasnya bagus nggak?," ujar Adrianto dalam acara media gathering di Jakarta, Selasa (3/3/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa label harga terjangkau tanpa diimbangi performa andal tidak lagi menarik minat pasar.

Sebaliknya, konsumen tidak keberatan membayar harga yang sedikit lebih tinggi asalkan mendapatkan jaminan kualitas yang mumpuni. Rekomendasi dari lingkungan terdekat seperti teman atau keluarga juga memegang peranan vital dalam membangun kepercayaan terhadap suatu layanan akses inklusif.

Fenomena ini menunjukkan adanya kesadaran baru bahwa kesesuaian antara biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang diterima adalah kunci utama. Konsumen modern lebih mengejar value for money dibandingkan sekadar mencari tarif berlangganan termurah di pasaran.

"Jadi ternyata harga tidak menjadi pilihan nomor satu dalam memilih layanan yang kita lihat di 2025," tambah Adrianto. Perubahan perilaku ini turut didorong oleh ketergantungan aktivitas harian masyarakat terhadap internet yang stabil.

Pertumbuhan Pendapatan dan Dominasi Ritel

Pergeseran prioritas konsumen tersebut terbukti berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun lalu. Biznet berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang cukup impresif, yakni mencapai angka 30 persen selama periode 2025.

Kenaikan pendapatan ini utamanya didorong oleh lonjakan permintaan akses internet dari sektor rumah tangga serta pelaku usaha kecil. Segmen ritel atau Business to Consumer (B2C) kini menjadi tulang punggung utama bisnis perusahaan, bahkan sempat memberikan kapasitas gratis pada momen tertentu.

Berdasarkan data perusahaan, segmen B2C kini mendominasi komposisi pelanggan dengan kontribusi pendapatan mencapai 70 persen. Sementara itu, segmen korporasi atau Business to Business (B2B) menyumbang sekitar 30 persen dari total pendapatan Biznet.

"Dari sejak pandemi, top line terus naik. Total revenue naik, tetapi secara komposisi pelanggan, B2C lebih banyak dibandingkan B2B," jelas Adrianto menutup paparan kinerjanya.

Melihat tren positif ini, strategi Biznet ke depan akan difokuskan pada penguatan layanan ritel untuk menjaga loyalitas pelanggan. Selain itu, perusahaan juga berkomitmen meningkatkan kesiapan infrastruktur jaringan guna mengantisipasi lonjakan trafik data di masa depan.

Investasi pada kualitas jaringan dan pengalaman pelanggan menjadi langkah krusial untuk memenangkan persaingan di tengah konsumen yang makin cerdas. Biznet pun terus melakukan perluasan infrastruktur agar layanan prima dapat dinikmati lebih luas.

SHARE:

Google Kena Gugat, Chatbot Gemini AI Diduga Picu Bunuh Diri

Bill Gates Bangun Reaktor Nuklir Baru TerraPower