Technologue.id, Jakarta – Laporan finansial BlackBerry untuk kuartal pertama 2016 akhirnya keluar. Perusahaan yang pernah meraih masa keemasan  di pasar ponsel dunia itu mengalami kerugian senilai Rp 9 triliun. Sebagian besar dari kerugian itu disebabkan oleh bisnis handset yang dilakoni perusahaan.

Akan tetapi, mengutip AndroidAuthority (24/6/16), BlackBerry belum ingin undur diri dari industri smartphone. John Chen, sang CEO, memberi sinyal pihaknya akan merilis dua handset baru berbasis Android untuk kelas menengah ke bawah.

Langkah ini selaras dengan tekad Chen untuk membuat divisi ponsel BlackBerry menguntungkan lagi. Chen bisa terus berusaha setidaknya sampai September tahun ini, sebelum perusahaan dan investor menentukan masa depan divisi tersebut.

Tahun lalu, perusahaan dari Kanada ini sudah merilis BlackBerry Priv. Smartphone berbasis Android itu adalah usaha BlackBerry merebut hati konsumen di tengah berkuasanya smartphone pengusung OS bikinan Google itu. Sayang, Priv belum mampu mendongkrak penjualan handset BlackBerry yang cuma 500 ribu unit di pasar global sepanjang kuartal pertama 2016, jumlah ini menurun 100 ribu dari Q4 2015.

- Advertisement -

 

Baca juga:

BLACKBERRY DISUNTIK EMTEK, BBM JADI PERUSAHAAN INDONESIA?

BIKIN PONSEL ANDROID, BLACKBERRY CARI SEKUTU

INI ALASAN LINKEDIN JUAL DIRI KE MICROSOFT