Bos Axiata Group Kasih ‘Kode’ Akan Akuisisi Salah Satu Operator Telko Indonesia

Technologue.id, Jakarta – Axiata Group, induk perusahaan XL Axiata, berencana untuk mengakuisisi salah satu operator telekomunikasi Indonesia dengan skala lebih kecil jika dibandingkan dengan perusahaannya saat ini. Sejauh ini prosesnya masih dalam tahap diskusi untuk kesepakatan pertukaran saham.

Namun, belum diketahui terkait dengan operator telekomunikasi yang dimaksudkan oleh rumor tersebut. Upaya yang dilakukan Axiata ini dilaporkan dalam rangka efisiensi saat pandemi Covid-19, dan bertujuan untuk mengurangi persaingan pasar, sesuai diberitakan oleh Dealstreet Asia (24/5/2020).

Baca Juga:
Trafik Data XL Axiata Melesat Selama Lebaran

Seperti diketahui, operator PT XL Axiata Tbk adalah pemain terbesar kedua berdasarkan jumlah pelanggan di Indonesia, setelah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Posisi Axiata diikuti oleh PT Indosat Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan unit telekomunikasi lokal konglomerat Hong Kong CK Hutchison Holdings Ltd.

“Kecuali untuk pemain terbesar (Telkomsel), saya dapat memberitahu Anda saat ini bahwa kami sedang berbicara untuk semacam arrangement,” kata Jamaludin Ibrahim, Chief Executive Officer Axiata kepada Reuters dalam sebuah wawancara pada hari Sabtu melalui Microsoft Teams. Namun Ia mengaku belum menentukan targetnya.

Jamaludin Ibrahim mengatakan Axiata Group punya kapitalisasi pasar sekitar US$ 8 miliar (Rp118,1 triliun). Saat ini pihak Axiata Group dilaporkan telah melakukan uji tuntas tahun 2019 lalu, dan pengujian ini akan bermanfaat apabila kesepakatan akuisisi terwujud pada tahun 2020 ini.

Baca Juga:
Triwulan Pertama 2020, XL Axiata: Kita Berhasil Hadapi Tantangan

Jamaludin, yang akan pensiun akhir tahun ini, mengatakan Axiata juga sedang mencari kesepakatan di sejumlah negara selain Indonesia, yaitu Malaysia dan Sri Lanka. Perusahaan ini juga beroperasi di Bangladesh, Kamboja, Nepal, Pakistan, Myanmar, Thailand, Laos, dan Filipina.

“Saya berharap sebelum pensiun, setidaknya satu negara terjadi. Entah Malaysia, Indonesia atau Sri Lanka,” katanya. “COVID-19 menjadikannya suatu keharusan untuk berkonsolidasi, bahkan lebih dari sebelumnya, dan karenanya untuk berdiskusi dengan semua pihak menjadi sangat penting.”

Recent Articles

Data Pelanggan Bocor, Telkomsel Janji Berbenah

Technologue.id, Jakarta - Telkomsel secara resmi menyatakan komitmennya dalam menjaga keamanan data pelanggan. Anak perusahaan Telkom Group tersebut mengaku akan berbenah agar...

Kisah Hidup Karakter Antonio dari Free Fire

Technologue.id, Jakarta - Free Fire adalah game mobile battle royale paling populer di dunia saat ini. Game ini memiliki sistem karakter yang...

TikTok Hapus 50 Juta Video Bermasalah di Paruh Kedua 2019

Technologue.id, Jakarta - Aplikasi media sosial TikTok mengatakan bahwa pihaknya telah menghapus lebih dari 49 juta video dari platformnya selama paruh kedua...

Bercerai dengan Intel, Segini Keuntungan yang Didapat Apple

Technologue.id, Jakarta - Dalam gelaran WWDC 2020, Apple mengkonfirmasi perpisahannya dengan Intel. Sejumlah pihak menilai keputusan ini diambil guna menghemat pengeluaran perusahaan.

WFH Bikin Penjualan PC Meningkat Secara Global

Technologue.id, Jakarta - Pandemi Covid-19 banyak mengubah paradigma tentang banyak hal, termasuk bisnis. Beberapa industri ada yang berdampak sangat buruk, namun di...

Related Stories