Jakarta, Technologue.id – Mercedes-AMG G 63 memang sudah menjadi simbol kemewahan yang sulit diabaikan di jalanan. Namun, bagi sebagian orang, tampilan standar dari pabrikan Jerman tersebut masih dianggap kurang mencolok. Menjawab kebutuhan itu, rumah modifikasi asal Jerman, Brabus, kembali meluncurkan karya terbarunya yang diberi nama Brabus 900 Rocket Edition Cabrio.

Mobil ini menggabungkan atap kain lipat dengan tenaga buas mencapai 662 kW. Bukan hanya soal performa, tampilannya pun dirancang sedemikian rupa sehingga mustahil untuk tampil rendah hati. Brabus menegaskan bahwa model ekstrem ini hanya akan diproduksi sebanyak 10 unit di seluruh dunia.

Sebagai basis, Brabus menggunakan Mercedes-AMG G 63 generasi W465 terbaru. Versi convertible empat pintu ini membawa bentuk kotak khas Mercedes ke arah yang jauh lebih extravaganza. Klaim performa pun tidak main-main, yakni akselerasi 0–100 km/jam dalam 3,7 detik. Kecepatan puncaknya dibatasi secara elektronik di angka 240 km/jam demi melindungi ban.

Harga yang dipatok pun sebanding dengan eksklusivitasnya. Brabus saat ini mencantumkan harga contoh unit sebesar €857.373,60 sebelum pajak. Jika sudah termasuk PPN Jerman, angkanya melonjak menjadi €1.020.274,58, di luar pabrik mereka di Bottrop.

Dapur Pacu dan Rekayasa Mesin

Dengan harga setinggi itu, tentu bukan sekadar penyetelan perangkat lunak yang didapatkan pembeli. Mesin AMG twin-turbo V8 tersebut mengalami perubahan besar. Kapasitasnya naik dari 3.982 cc menjadi 4.407 cc, dengan piston tempa, batang penghubung khusus, dan poros engkol billet.

Turbocharger berukuran lebih besar serta manajemen mesin yang direvisi melengkapi perombakan mekanis ini. Brabus memasarkan mesin yang diperbesar tersebut sebagai unit 4,5 liter. Tenaga puncaknya hadir pada 6.200 rpm, sementara mesin mampu menghasilkan torsi 1.250 Nm pada 2.900 rpm.

Namun, ada catatan pada angka torsi utama tersebut. Output torsi dibatasi secara elektronik pada 1.050 Nm di dalam kendaraan. Meski dengan pembatasan itu, pengemudi sepertinya tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memanfaatkan tenaga yang tersedia.

Sistem pembuangan yang dikendalikan katup memberikan pilihan tingkat suara. Salah satunya adalah mode Coming Home yang lebih senyap, untuk momen ketika mengumumkan kedatangan justru terasa tidak perlu.

Konversi Atap dan Lebih dari 500 Komponen Baru

Melepas atap bukan perkara mudah dan melibatkan banyak rekayasa. Atap kain dua bagian ini dapat dibuka atau ditutup dalam waktu 20 detik. Atap tersebut mengintegrasikan jendela belakang kaca berpemanas dan menjadi bagian dari konversi yang melibatkan lebih dari 500 komponen baru yang dikembangkan khusus.

Roll bar baja ditempatkan di belakang pintu belakang. Sementara itu, atap yang terlipat disimpan di belakang kursi belakang di bawah penutup pelindung. Brabus mengklaim setiap kendaraan yang selesai menjalani lebih dari 10 jam pengujian air terus-menerus di ruang iklim.

Urusan bodi juga tidak kalah agresif. Ekstensi serat karbon memperlebar rumah roda, sementara gril, detail kap mesin, dan bumper mendapat perlakuan penuh dari Brabus. Emblem yang menyala memastikan konversi ini tetap terlihat jelas setelah matahari terbenam.

Velgnya berukuran sangat besar, yakni 24 inci, dengan desain tiga palang berpadu bilah aerodinamis karbon. Ini cukup jauh dari citra utilitarian G-Class, meski bentuk kotaknya tetap langsung dikenali. Pembeli yang mencari konversi rendah hati sepertinya sudah berhenti membaca beberapa paragraf sebelumnya.

Suspensi dan Interior Mewah

Brabus juga bekerja sama dengan spesialis suspensi KW untuk mengembangkan coilover yang dapat disesuaikan dengan paket roda tersebut. Ketinggian pengendaraan bisa diturunkan hingga 45 mm, dengan penyesuaian peredaman diakses melalui kontrol mode berkendara kendaraan.

Di bagian interior, kulit hitam dan Alcantara dipadukan dengan jahitan merah, piping, serta trim berwarna cerah. Pola quilting meluas melampaui kursi hingga ke panel pintu, area kaki, dan area bagasi. Trim karbon memberikan pengingat lain bahwa G-Class ini memiliki ambisi sporty.

Setiap mobil juga menerima paspor digital berbasis blockchain yang mencatat identitas, spesifikasi, dan kepemilikannya. Dengan jumlah produksi yang sangat sedikit, mendokumentasikan secara tepat apa yang dibeli konsumen tampaknya menjadi bagian dari daya tariknya.

Konsumsi Bahan Bakar dan Posisi Pasar

Brabus mencantumkan konsumsi bahan bakar gabungan sebesar 14,8 L/100 km dengan emisi CO₂ mencapai 338 g/km. Efisiensi jelas berada jauh di bawah daftar prioritas untuk kendaraan seperti ini.

Brabus 900 Rocket Edition Cabrio menegaskan posisinya sebagai salah satu interpretasi paling ekstrem dari Mercedes-AMG G 63. Dengan produksi terbatas hanya 10 unit, kendaraan ini lebih dari sekadar mobil, melainkan sebuah pernyataan status bagi pemiliknya.