Technologue.id, Jakarta – Portal e-commerce Bukalapak mengaku telah memperkuat infrastrukturnya guna mengantisipasi lonjakan trafik selama Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2018.

Baca Juga:

Butuh Pulsa Atau Paket Internet saat Harbolnas? 4 Situs Ini Kasih Banyak Promo!

Startup e-commerce lokal yang meraih gelar “unicorn” ini sudah menyediakan server tambahan bila suatu waktu ada kondisi lonjakan server yang berimbas pada server down.

“Kami sudah melakukan kesiapan teknis seperti penambahan kapasitas server dan roadmap development, mulai dari sekarang sampai Harbolnas tanggal 12 Desember nanti,” kata Fajrin Rasyid, Co Founder & President Bukalapak, saat acara Pengumuman After.11 Harbolnasnya Bukalapak, di Jakarta, Senin (10/12/2018).

- Advertisement -

Baca Juga:

Bukalapak Pasang Target Rp1,6 Triliun pada Harbolnas 2018

Dari segi fitur, kata Fajrin, perusahaan menghentikan sementara pengembangan fitur terbaru sejak minggu lalu. Menurutnya, penambahan fitur itu bisa berakibat nanti adanya terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Bukalapak tidak ada penambahan fitur sama sekali sejak minggu kemarin. Intinya untuk menghindari resiko ketidakpastian dari penambahan fitur atau gangguan teknis dari hal yang lainnya juga,” tutur Fajrin.

Baca Juga:

Hari Pertama Harbolnas, Server Lazada Bermasalah?

Kendati mengaku siap menyambut Harbolnas, namun Ia tak menampik adanya resiko kekurangan kapasitas server bila kunjungan konsumen membludak. Agar tidak berlarut-larut, Bukalapak memiliki jurus penanggulangan.

“Tidak ada sistem yang seratus persen aman. Tapi kami mengantisipasi dengan menyiapkan tim yang terus stand by, sehingga kalaupun ada apa-apa tim bisa langsung mengatasi masalah secara langsung dengan waktu yang sangat singkat,” tandasnya.