Technologue.id, Jakarta – “Pencurian” fitur Stories dari Snapchat oleh Facebook dan jajarannya telah terjadi. Sedari Instagram, WhatsApp, Messenger, hingga Facebook sendiri kini mewadahi penggunanya untuk mengunggah foto atau video yang akan hilang dalam kurun waktu 24 jam. Sama seperti Snapchat.

Namun, ketika Anda berpikir tak akan ada lagi penjaja fitur Stories di internet dan dunia permediasosialan, Google Earth mengajukan konsep serupa. AndroidCommunity (12/07/17) melaporkan bahwa aplikasi tersebut pun dalam dua atau tiga tahun ke depan akan punya “Stories”-nya sendiri.

Sedikit berbeda dengan yang ada di media sosial pada umumnya, Stories di Google Earth punya beragam manfaat. Misalnya, Anda bisa melacak keberadaan anggota keluarga Anda secara lebih pasti, alih-alih menunggu mereka memberi kabar. Atau, Anda boleh memanfaatkannya untuk menandai lokasi rencana liburan Anda. Fitur ini dijanjikan dapat digunakan secara privat atau memublikasikannya secara luas.

Director Google Earth, Rebecca Moore, dalam launching proyek “I Am the Amazon” di Brasil menjelaskan kalau kehadiran fitur semacam “Stories” ini ditujukan agar platformnya lebih bisa digunakan untuk bercerita. Di samping itu untuk kebaikan bersama, para peneliti juga dapat menginformasikan lokasi sumber air hingga tanaman tertentu secara geografis lewat foto atau informasi pendukung.

Apakah fitur ini ke depannya akan dijadikan sumber monetisasi? Moore menegaskan bahwa Google tidak berminat mencari uang dari fitur ini. Bahkan, fitur ini tidak akan terbuka untuk advertiser atau para pengiklan.

 

Baca juga:

Google Chrome Kini sudah Mendukung Android O

Inikah Spesifikasi Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL?

Agustus 2017, Google Akan Rilis Update Pertama untuk Android O