Technologue.id, Jakarta – Industri mobile gaming semakin hari semakin banyak peminatnya, lembaga survey Newzoo menyebut gamer di Indonesia mencapai 46,2 juta orang. Dalam hal ini, diperlukan akses jaringan yang baik untuk bisa bermain gim khususnya mobile gaming dengan nyaman.

Menurut Rahmadi Mulyohartono, Group Head Commercial GTM XL Axiata, menyatakan untuk mobile gaming, bukan hanya diperlukan bandwidth yang baik tetapi juga latensi.

“Diperlukan latensi yang rendah untuk bisa bermain gim dengan lancar, kalau bisa 100 Mili second kebawah,” ungkapnya pada saat peluncuran produk terbaru AXIS, di Jakarta, Senin (16/12/3019).

Baca Juga:
Manjakan Gamers, AXIS Luncurkan Unlimited Gaming

Selain itu, ia juga mengatakan, bukan hanya jaringan yang mempengaruhi kelancaran bermain gim. “Tapi juga lihat devicenya, RAM-nya harus berapa, grafiknya berapa, itu harus diperhatikan juga,” tuturnya.

Menurutnya, banyak pengguna AXIS yang komplain atas ketidaknyamanan saat bermain game, dalam istilah lain Lag. Ia mengklaim pihaknya menggunakan analitik mobile game untuk mencari tahu tingkat tingkat kelancaran bermain.

“Setelah kita cek titik servernya, device-nya, dan lain-lain, ternyata device-nya yang tidak memungkinkan main game dengan grafik yang berat,” ungkap┬áRahmadi.

Baca Juga:
Sambut Libur Akhir Tahun, XL Axiata Optimalkan Jaringan

Ia mengatakan layanan AXIS didukung oleh jaringan infrastruktur XL Axiata yang tersebar hingga pelosok-pelosok Indonesia, dengan lebih dari 129.000 BTS termasuk lebih dari 53.000 BTS 3G dan lebih dari 39.000 BTS 4G, serta lebih dari 45 ribu km jaringan fiber optik yang membentang dan menghubungkan berbagai wilayah dan kepulauan di Indonesia.

Untuk diketahui, saat ini layanan 4G XL Axiata juga sudah hadir di lebih dari 410 kota/kabupaten di Indonesia. Melalui perluasan jaringan data yang terus diperluas sampai saat ini, pihak XL mengklaim semakin luas pula layanan AXIS bisa didapatkan oleh anak-anak muda Indonesia di berbagai daerah, guna memfasilitasi kreativitas serta produktivitas mereka.