Technologue.id, Jakarta – Sudah sejak lama, virus, malware, dan trojan menjadi momok menakutkan bagi masyarakat pengguna gadget dan internet. Akan tetapi menariknya, bukan tiga medium itu yang kerap dijadikan alat bagi hacker dalam melakukan serangan di dunia maya selama 2016 lalu.

Dari hasil laporan Kaspersky Lab bertajuk ‘Business Perception of IT Security: In the Face of an Inevitable Compromise’, potensi celah keamanan siber, terutama bagi perusahaan dan bisnis, justru berupa kehilangan atau kebocoran data sensitif. Sebanyak 43 perusahaan terbukti telah kehilangan data pentingnya akibat peretasan dalam 12 bulan terakhir.

Yang membuat miris, banyak perusahaan tidak mengetahui secara pasti insiden keamanan yang paling umum terjadi itu. Ketika menyurvei 4.000 perwakilan perusahaan kecil, menengah, hingga besar di 25 negara, 57 persen di antara mereka masih memandang malware, trojan, dan virus sebagai ancaman terpopuler di internet. Padahal, strategi pihak-pihak yang tak bertanggung jawab itu sudah bergeser ke pencurian data perusahaan dari perangkat mobile seperti dipaparkan di atas.

Hasil survei terkait persepsi tentang serangan cyber terpopuler dan realitanya (source: Kaspersky Lab)

“Hasil survei ini menunjukkan diperlukannya pendekatan yang berbeda untuk mengatasi kompleksitas ancaman siber yang terus berkembang. Permasalahan datang bukan hanya dari kecanggihan serangan, namun perkembangan serangan pada permukaan yang sebenarnya memerlukan perlindungan berlapis,” demikian komentar Veniamin Levtsov, VP Enterprise Business Kaspersky Lab, seperti dikutip dari rilis pers yang diterima redaksi (30/12/16).

 

Baca juga:

Penelitian Ungkap Cara Virus Picu Kanker Darah

Virus Svpeng, Infeksi 318 ribu Perangkat Android

Antivirus AVG Dicaplok Kompetitornya Sendiri