Bayangkan sebuah SUV hybrid yang bisa Anda kendarai sepanjang pekan hanya dengan tenaga listrik, tanpa perlu sekali pun menyentuh pom bensin. Bukan lagi khayalan, karena BYD sedang mempersiapkan terobosan yang akan mengubah cara kita memandang mobil plug-in hybrid. Sealion 06 DM-i varian jarak jauh, yang dikabarkan meluncur awal 2026, bukan sekadar penyegaran model. Ini adalah pernyataan ambisi BYD untuk mendominasi segmen SUV elektrifikasi dengan kombinasi jarak tempuh listrik yang panjang dan teknologi bantuan berkendara mutakhir.
Lanskap mobil ramah lingkungan di Indonesia dan global semakin ramai. Jika dulu pilihan hybrid identik dengan jarak listrik terbatas, kini para pabrikan saling berkejaran menawarkan angka yang semakin impresif. Dalam perlombaan ini, BYD Sealion 06 telah membuktikan daya tariknya, dengan catatan penjualan fantastis lebih dari 100 ribu unit hanya dalam tiga bulan sejak debut. Kesuksesan ini menjadi landasan kuat untuk meluncurkan varian yang lebih canggih dan efisien.
Varian baru yang tercatat dengan kode homologasi BYD6480AMHEV12 ini membawa peningkatan signifikan, terutama pada jantung elektriknya. Motor listriknya kini memiliki tenaga puncak 175 kW, lebih besar dari versi sebelumnya, dan dipadukan dengan mesin bensin 1.5 liter BYD472QC. Kombinasi ini dirancang untuk menawarkan performa yang responsif tanpa mengorbankan efisiensi bahan bakar, sebuah formula yang menjadi fokus utama BYD dalam pengembangan PHEV jarak jauh. Namun, keunggulan utama yang akan menjadi pembeda adalah jarak jelajah listrik murninya yang diklaim mencapai sekitar 220 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Jarak Listrik 220 Km: Game Changer untuk Penggunaan HarianData homologasi resmi mengungkapkan bahwa Sealion 06 DM-i terbaru memiliki jarak tempuh listrik murni sebesar 143 km. Angka ini, ketika dikonversi ke standar pengujian CLTC yang lebih optimis dan umum digunakan di China, diperkirakan setara dengan sekitar 220 km. Apa artinya ini bagi Anda? Dengan jarak sejauh itu, hampir seluruh aktivitas harian—seperti pergi kerja, antar-jemput anak, atau belanja—dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan baterai. Frekuensi pengisian daya menjadi sangat minim, bahkan mungkin hanya perlu sekali seminggu bagi pengguna rata-rata.
Efisiensi adalah kata kunci lainnya. SUV ini mencatatkan konsumsi bahan bakar gabungan yang sangat rendah, yaitu 0,63 liter per 100 km. Saat baterai habis dan mesin bensin berperan sebagai generator, konsumsinya tetap terjaga di angka 4,6 liter per 100 km. Sementara itu, konsumsi energi listriknya adalah 17,1 kWh per 100 km. Yang paling mengesankan adalah angka emisi CO₂-nya yang hanya sekitar 14,93 gram per km, menjadikannya salah satu kendaraan hybrid paling bersih di kelasnya. Konfigurasi semacam ini menunjukkan bahwa BYD tidak hanya mengejar angka jarak tempuh, tetapi juga keberlanjutan yang holistik.
God's Eye C dan LiDAR: Membawa Otonomi Parsial ke Segmen MenengahPeningkatan pada Sealion 06 DM-i 2026 tidak berhenti di powertrain. BYD membekali model ini dengan sistem bantuan pengemudi generasi terbaru bernama God’s Eye C sebagai perlengkapan standar. Sistem ini dirancang untuk memberikan dukungan yang lebih komprehensif dalam berbagai skenario berkendara. Namun, yang lebih menarik adalah opsi sensor LiDAR yang ditawarkan.
Kehadiran LiDAR pada sebuah SUV PHEV segmen menengah bukanlah hal biasa. Sensor ini menggunakan sinar laser untuk memetakan lingkungan sekitar dengan presisi sangat tinggi, bahkan dalam kondisi cahaya rendah atau cuaca buruk. Kemampuannya mendeteksi objek kecil dan mengukur jarak secara akurat akan sangat meningkatkan kemampuan persepsi kendaraan. Bagi Anda yang sering berkendara di lingkungan perkotaan yang padat dan kompleks, fitur ini dapat memberikan rasa aman ekstra, terutama dalam fungsi seperti adaptive cruise control, lane keeping, dan deteksi pejalan kaki.
Ini menandai upaya serius BYD untuk membawa teknologi semi-otonom yang biasanya ditemukan di mobil premium, ke segmen yang lebih terjangkau. Dengan teknologi baru seperti ini, BYD memperkuat portofolio electrified-nya, tak hanya di lini Ocean seperti Sealion, tetapi juga di brand premium seperti Denza 2026.
Baca Juga:
Posisi Sealion 06 dalam lineup BYD sangat strategis. Dibangun di atas platform e-Platform 3.0 Evo, SUV ini diposisikan sebagai penerus dari Song PLUS, model yang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung penjualan BYD di segmen SUV elektrifikasi. Transisi ini menunjukkan evolusi BYD dari model yang sukses secara komersial ke model yang juga unggul dalam teknologi dan efisiensi.
Peluncuran Sealion 06 DM-i jarak jauh ini bukanlah insiden tunggal. Ini adalah bagian dari strategi besar BYD untuk tahun 2026. Pabrikan asal Tiongkok itu dikabarkan menyiapkan setidaknya lima model PHEV baru dengan jarak tempuh listrik hingga 220 km, yang akan disebar di kedua lini andalannya, yaitu Ocean dan Dynasty. Strategi ini jelas ditujukan untuk menguasai pasar kendaraan elektrifikasi dengan menawarkan solusi "listrik-sebagian-besar-waktu" yang praktis, sekaligus menjawab kecemasan akan jarak tempuh.
Menariknya, meski membawa banyak peningkatan, kenaikan harga untuk varian baru Sealion 06 DM-i ini diprediksi relatif terjangkau. Estimasi yang beredar menyebutkan kenaikan kurang dari 5.000 yuan (sekitar Rp 11 juta). Hal ini menunjukkan komitmen BYD untuk menjaga daya saing harga di pasar yang semakin ketat, di mana pesaing seperti Chery juga aktif meluncurkan model baru seperti Tiggo 9 PHEV.
Apa Artinya bagi Pasar dan Konsumen?Kehadiran Sealion 06 DM-i dengan spesifikasi ini akan mengangkat standar untuk SUV hybrid di segmen menengah. Jarak listrik 220 km menjadi benchmark baru yang akan memaksa pesaing untuk berinovasi. Bagi konsumen, ini berarti lebih banyak pilihan kendaraan yang benar-benar bisa mengurangi ketergantungan pada BBM fosil untuk kebutuhan sehari-hari, tanpa khawatir kehabisan daya.
Dengan kombinasi jarak tempuh panjang, efisiensi tinggi, dan teknologi bantuan pengemudi canggih (termasuk opsi LiDAR), BYD Sealion 06 DM-i 2026 berpotensi menjadi paket lengkap. Ia menawarkan kepraktisan mobil listrik untuk perjalanan harian, fleksibilitas hybrid untuk perjalanan jauh, dan sentuhan teknologi masa depan untuk keselamatan dan kenyamanan. Saatnya menanti dengan seksama peluncuran resminya di awal 2026, yang mungkin akan menjadi momen penting dalam percepatan adopsi kendaraan elektrifikasi yang lebih cerdas dan efisien.