CEO Indosat: Tarif Internet Sekarang Terlalu Murah, Ini Dampaknya

CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli (tengah) mencoba menerbangkan drone (source: Indosat Ooredoo)

Technologue.id, Jakarta – Era kekinian, kebutuhan masyarakat sepertinya sudah bertambah. Dari anekdot yang mungkin biasa Anda dengar, sekarang manusia tak cuma butuh sandang, pangan, papan, tetapi juga pulsa dan kuota.

Entah Anda memasukkan kuota sebagai daftar kebutuhan primer atau sekunder, tetapi yang jelas pengeluaran untuk membeli kuota semakin tak terhindarkan.

Faktanya saat ini, di Indonesia ada beragam operator seluler yang menawarkan tarif internet yang beragam. Ada yang memilih provider A karena murah tapi sinyalnya kurang memadai di beberapa kawasan, ada juga yang memilih provider B karena sinyalnya menjangkau pelosok daerah tapi tarifnya tinggi.

Direktur Utama Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, mengaku prihatin akan fenomena ini. Menurut pria berkacamata tu, ada ketidakadilan dalam persaingan usaha di sektor telekomunikasi, terutama dalam penyediaan layanan komunikasi data.

“Operator terjebak dalam perang tarif yang berbahaya bagi keberlangsungan industri telekomunikasi. Tingkat harga layanan komunikasi data di Indonesia sudah sangat rendah dan jauh di bawah harga layanan sejenis di negara lain. Layanan ini dijual dengan harga di bawah biaya produksi,” begitu kritikan yang dilayangkan Alex pada Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), secara tertulis.

Dari surat resmi yang juga ditembuskan kepada Menteri Koordinator Perekonomian, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dan Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Alex memandang hal ini membuat operator kesulitan untuk terus mengembangkan jaringannya. Maka dari itu, ia mengidamkancampur tangan Pemerintah untuk menyelamatkan keberlangsungan industri telekomunikasi dan layanan kepada masyarakat.

Pria yang sudah menjabat sebagai CEO Indosat sejak 2014 itu mengusulkan agar pemerintah lewat Kemkominfo segera mengesahkan dua pengaturan, yaitu tarif batas bawah serta diberlakukannya pengawasan independen dan sanksi.

“Dengan adanya aturan batas bawah, maka yield operator akan membaik. Dampaknya adalah perbaikan kinerja operator yang juga akan meningkatkan pendapatan negara dalam bentuk pendapatan pajak maupun bukan pajak (BHP Telelekomunikasi dan kontribusi USO). Dan yang terpenting adalah terjaganya keberlangsungan layanan bagi masyarakat,” tulisnya, seperti Technologue.id kutip dari rilis resmi Indosat (20/07/17).

Apakah Anda setuju dengan usul CEO Indosat ini?

 

Baca juga:

Indosat: Trafik SMS dan SMS H+7 Lebaran Turun

Karyawannya Dituding Anti-NKRI, Begini Kata Indosat

Qatar Dimusuhi Arab Saudi Cs, Bisnis Indosat Ooredoo Terpengaruh?