CEO Telegram Tawarkan Tiga Hal Biar Platformnya Tak Diblokir Lagi

Pavel Durov, founder Telegram (source: Telegram)

Technologue.id, Jakarta – Satu titik cerah akhirnya muncul di tengah polemik pemblokiran Telegram oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Pasalnya, Pavel Durov, founder sekaligus CEO aplikasi chatting yang disebut punya keamanan tingkat tinggi itu, sudah menawarkan “jalan damai”.

Jalan damai yang dimaksud di sini adalah pengakuan pria asal Rusia itu bahwasannya ada miskomunikasi antara pihaknya dengan kementerian yang dinakhodai Rudiantara itu. “Ternyata pihak kementerian sudah mengirim via email daftar kanal publik yang berkaitan dengan konten terorisme di Telegram, dan tim kami kurang sigap memprosesnya,” aku Durov. Sebelumnya, ia mengaku tak mendapatkan informasi atau kabar dari pemerintah Indonesia.

Di samping itu, pebisnis berumur 32 tahun itu turut menawarkan tiga solusi kepada Kemkominfo agar Telegram bisa digunakan secara luas oleh masyarakat Tanah Air lagi. Pertama, ia dan timnya mengaku telah memblokir semua public channel berbau terorisme yang telah dilaporkan oleh Kemkominfo.

Di samping itu, Durov secara pribadi juga telah membuka diri untuk berkomunikasi secara langsung dengan Kemkominfo. Hal ini memungkinkan mereka bekerja sama dengan lebih efisien dalam mengidentifikasi dan memblokir propaganda teroris ke depannya.

“Kami tengah membentuk tim moderator khusus yang paham akan bahasa dan budaya Indonesia supaya mampu memproses laporan konten terkait terorisme lebih cepat dan akurat,” begitu pengajuan solusi ketiga Durov, seperti dikutip dari pernyataan resmiya (16/07/17).

Dari sini, bisa diambil kesimpulan bahwasannya Telegram secara tegas menyatakan tidak berpihak kepada teroris maupun pihak-pihak yang ingin memanfaatkan aplikasi chatting pesaing WhatsApp itu untuk hal-hal buruk. Adanya enkripsi dan perlindungan privasi user bukan berarti mereka tak bisa berkontribusi untuk melawan teroris dan propagandanya.

 

Baca juga:

3 Operator Telekomunikasi Tanah Air Sepakat Blokir Telegram

Diduga Dukung Terorisme, Kemkominfo Segera Blokir Aplikasi Telegram

Netizen Lawan Pemblokiran Telegram Via Petisi Online, Sudah 11 Ribu Pendukung!