• Technologue.id, Jakarta – Tak ingin berlarut-larut, belum sampai sebulan pasca Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memblokir 11 DNS Telegram, Pavel Durov hari ini (01/08/17) bertandang ke Indonesia. Kunjungan kreator sekaligus CEO Telegram itu adalah wujud keterbukaan pihaknya dalam mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk memberantas terorisme dan konten radikal yang menyalahgunakan instant messenger tersebut.

Dari keterangan resmi yang Technologue.id terima (01/08/17), sebagai tindak lanjut dari komitmen ini, kementerian yang dipimpin Rudiantara itu dan Telegram sepakat untuk mengatur dan mengelola prosesnya. Karena untuk menghadapi ancaman terorisme dan radikalisasi dibutuhkan kecepatan bertindak. Untuk itu, baik Rudiantara dan Pavel Durov sepakat prosesnya akan dibahas dalam pertemuan yang melibatkan tim teknis.

“Telegram sangat peduli terhadap ancaman terorisme global, terutama untuk negara seperti Indonesia. Penting buat Pemerintah Indonesia dan Telegram untuk membuat Joint Statement terkait hal ini,” jelas Durov.

Tweet Pavel Durov yang bertandang ke Indonesia untuk bertemu Kemkominfo (source: Twitter / durov)

Pria 32 tahun itu juga sempat bercuit lewat akun Twitter pribadinya. “Sedang di Jakarta, bertemu dengan tim lokal sekaligus brainstroming menemukan cara untuk membasmi propaganda ISIS lebih efektir,” katanya, sembari tak lupa mengaktifkan fitur geo location sehingga netizen bisa mengetahui kalau tweet tersebut dikirim dari Gambir, Jakarta.

Di sisi lain, Rudiantara menyambut positif kedatangan Durov ke Indonesia. Mereka berdua bahkan menyempatkan makan siang dengan menu nasi hijau, bakwan jagung, gurame goreng, sayur genjer, dan udang sambal, yang diunggah di akun Twitter pribadi Menkominfo.

“Saya mengapresiasi Telegram yang sangat responsif dalam menyikapi isu ini,” ujar pria yang akrab dipanggil Chief RA itu.

 

Baca juga:

Menkominfo Maafkan Telegram, Tapi Ada Syaratnya

3 Fakta Pavel Durov Si Pembuat Telegram Messenger, Apa Agamanya?

CEO Telegram Tawarkan Tiga Hal Biar Platformnya Tak Diblokir Lagi