CEO Tesla Ingin Gabungkan Pikiran Manusia dengan Kecerdasan Buatan

Technologue.id, Jakarta – Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX baru saja meluncurkan sebuah perusahaan baru bernama Neuralink Corp. Berbeda dengan dua perusahaan yang sudah ada yang berfokus kepada teknologi dan otomotif, Neuralink Corp lebih condong ke arah pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Dikutip dari NextPowerUp (28/03/17), melalui perusahaan barunya tersebut, Elon Musk ingin mengembangkan teknologi yang disebut “neural lace”. Nantinya, teknologi ini digadang-gadang bisa menggabungkan pikiran manusia dengan komputer. Bahkan tak cuma itu, AI pun nantinya bisa melebur menjadi satu.

Jika berhasil, ini bisa menjadi suatu hal yang terbilang revolusioner. Pasalnya, AI dapat dikembangkan dengan begitu pesat karena bisa langsung terhubung dengan pikiran manusia.

Hingga saat ini, posisi Musk di Neuralink masih belum jelas. Walaupun tak ditunjuk sebagai CEO, beberapa laporan menunjukkan bahwa ia juga terlibat sebagai salah satu pemimpin di perusahaan tersebut.

Sebenarnya Musk sudah mendiskusikan teknologi tersebut selama beberapa tahun belakangan. Pada tahun 2016 lalu, ia sempat mengatakan bahwa teknologi “neural lace” sangat efektif untuk menggabungkan otak manusia dengan kecerdasan digital dengan cara yang simbiotik.

Tak cuma Musk, seorang karyawan Google, Ray Kurzweil juga sempat mendiskusikan mengenai keandalan dari sistem tersebut. Hanya saja, ia belum memastikannya secara detail.

 

Baca juga:

Nvidia Siapkan Supercomputer untuk Olah Artificial Intelligence

Siapkan Ponsel Berbasis Artificial Intelligence, Ini Janji Huawei

Microsoft Suruh Mahasiswa S3 Main Minecraft, Lho?

loading...