Technologue.id, Jakarta – Travis Kalanick telah membuat langkah besar dalam hidupnya. Pebisnis dan programmer berusia 40 tahun itu dikenal luas lewat perusahaan transportasi berbasis teknologi, Uber. Namun hari ini (21/06/17), Kalanick menyatakan mundur dari perusahaan yang ia dirikan itu.

NewYorkTimes (21/06/17) memaparkan kalau Kalanick tak lagi menjalani peran kesehariannya sejak 2010 lalu sebagai CEO Uber. Menurut narasumber terpercaya mereka, kepergian Kalanick dikarenakan tekanan dari investor Uber.

Sebelumnya, lima investor utama Uber meminta agar Kalanick segera mundur. Sebabnya, mereka menilai kalau Uber sedang membutuhkan perubahan kepemimpinan. Terlebih, kasus pelecehan dan diskriminasi yang dituduhkan pegawai wanita Uber belakangan membuat posisi Kalanick layak disudutkan.

“Cinta saya pada Uber melebihi apa pun di dunia ini dan di momen sulit dalam hidup saya ini, saya telah menerima permintaan investor untuk mundur, sehingga Uber bisa kembali berkembang daripada terganggu perselisihan lain,” jelas Kalanick dalam pernyataan tertulis, yang pekan lalu sudah mengisyaratkan akan meninggalkan Uber dulu karena terpukul pasca kehilangan ibundanya.

Uber sendiri telah menjadi perusahaan besar di Silicon Valley. Kini, nilai valuasi mereka melebihi Rp900 triliun.

 

Baca juga:

Kehilangan CFO, Uber Rugi Lebih dari Rp9,4 Triliun!

Dianggap Gunakan Software Ilegal, Uber Hadapi Penyelidikan Kriminal

Uber Manjakan Driver dengan Asuransi Kesehatan