‘Ceraikan’ McAfee, Begini Pengakuan Eks Petinggi Intel

Logo McAfee (source: McAfee)

Technologue.id, Jakarta – Setelah enam tahun bersama, McAfee dan Intel akhirnya berpisah juga. September tahun lalu, Intel telah membebaskan 51 persen saham salah satu kreator anti-virus terkemuka di dunia itu kepada TPG Capital. Alhasil, Intel kini tak punya kuasa penuh lagi atas McAfee yang sekarang bergerak secara independen.

Berdasarkan pengakuan Steve Grobman, Intel sebenarnya tak perlu mengakuisisi McAfee. Pria yang dulunya membidangi ranah keamanan di Intel dan kini berlabuh ke McAfee sebagai CTO itu berpendapat bahwa sebagai produsen produk semi-konduktor, memiliki perusahaan pengamanan cyber tidak serta merta membuat produk Intel menjadi yang teraman.

Menukil Eweek (04/04/17), saat Intel membeli McAfee, janji awal mereka adalah mengombinasikan inovasi hardware yang jadi spesialisasi Intel dan software McAfee untuk keamanan. Namun ternyata, pasca keduanya bersatu, belum ada inovasi signifikan yang berhasil mereka ciptakan.

Dengan beroperasinya McAfee sebagai perusahaan independen, Grobman menilai kerja sama dengan pihak lain seperti McAfee masih memungkinkan. Akan tetapi dengan kian berevolusinya ancaman keamanan digital, hardware ia rasa bukanlah basis yang terbaik untuk membangun teknologi pertahanan.

Kendati demikian, pria yang telah mengabdi di Intel sejak tahun 1994 itu mengakui bahwasannya landscape ancaman beberapa tahun terakhir sudah bergeser. Menurutnya, malware tak lagi menjadi ujung tombak penjahat cyber, melainkan aplikasi yang telah dimodifikasi secara khusus untuk mengambil keuntungan dari user dan organisasi yang kurang waspada.

Di McAfee, Grobman akan berkolaborasi dengan eks rekannya di Intel, Chris Young sebagai CEO. Mereka berniat memasarkan layanannya baik untuk level konsumen maupun enterprise dengan ranah proteksi yang luas.

 

Baca juga:

‘Diceraikan’ Intel, Begini Nasib McAfee Sekarang

Toshiba Dilelang?

Ternyata, Makin Banyak Orang Beli Mobil Pintar