Chess.com Sebut Pak Dadang “Dewa Kipas” Curang

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Pihak Chess.com akhirnya memberikan klarifikasi terkait kontraversi blokir akun “Dewa Kipas” milik Pak Dadang di situsnya. Mereka menyatakan jika Pak Dadang terbukti melakukan kecurangan dengan menggunakan bantuan dari luar untuk meningkatkan permainan caturnya.

Menurut platform catur online itu, mereka telah melakukan review terhadap belasan game dan ratusan gerakan sebelum memutuskan vonis pemblokiran suatu akun. Dalam kasus Dadang dengan GothamChess, pihak Chess.com menilai bahwa akun Dewa Kipas telah melanggar aturan fair play.

Baca Juga:
Alasan Mengapa Chess.com Memblokir Akun Catur Dadang Subur

“Algoritma dan tim ahli kami meninjau lusinan game dan ratusan gerakan untuk menentukan temuan kami, dan tidak ada apa pun tentang penutupan yang dibuat dengan tergesa-gesa atau tanpa melalui proses peninjauan standar, teruji, dan sangat menyeluruh kami,” kata Sean Arn, Director of Fair Play Chess.com, mengutip dari Reddit.com (16/3/2021).

“Buktinya jelas bahwa pemain tersebut menggunakan bantuan dari luar untuk meningkatkan kinerja catur mereka, dan kami akan melakukan penutupan yang sama setiap kali disajikan dengan data ini,” imbuh Arn.

Faktor-faktor yang dilihat algoritma antara lain kemenangan beruntun dan perilaku dalam peramban seperti “tabbing” berlebihan.

Baca Juga:
Profil Dadang Subur, Bapak Pecatur yang Kalahkan Gamer Catur Dunia di Chess.com

Pihak Chess.com juga menjelaskan jika pemblokiran yang mereka lakukan tidak ada kaitannya dengan pelaporan para fans Gothamcess.

Sebelumnya, Chess.com pernah nge-tweet soal situasi Dewa_Kipas dan GothamChess, namun mereka tidak mengungkap detail isunya. Dalam tweet itu, platform catur online itu menautkan link atau tautan ke halaman kebijakan perusahaan terkait kecurangan pemain, tanpa menjelaskan duduk perkara mengapa akun itu diblokir.

Akun Dewa_Kipas milik Pak Dadang diblokir setelah menang dalam sebuah pertandingan catur melawan YouTuber GothamChess yang dihelat 2 Maret 2021. Meski begitu, Pak Dadang tidak mengetahui kecurangan apa yang ia lakukan.

Perseteruan ini sejatinya sudah usai setelah kedua pihak memilih jalur damai.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories