Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
DARPA Kembangkan Teknologi untuk Transfer Energi Nirkabel dari Jarak Jauh
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memelopori teknologi inovatif berbasis laser bernama Persistent Optical Wireless Energy Relay (POWER), yang dirancang untuk mentransfer daya dari jarak jauh.

Menghasilkan listrik salah satu bagian dari upaya yang diusung oleh DARPA dan menyalurkannya secara efisien ke lokasi yang jauh juga sama pentingnya. Metode tradisional sering kali mengandalkan kabel yang dapat menua, sehingga mendorong DARPA untuk mengeksplorasi transmisi energi nirkabel.

Baca Juga:
Bos OpenAI Sam Altman Dipecat Bikin Geram CEO Microsoft Satya Nadella

POWER bertujuan untuk menyalurkan energi dari sumber darat ke penerima jarak jauh, yang berpotensi merevolusi aplikasi militer. Bagi militer AS, inovasi ini menjanjikan jangkauan tak terbatas pada pesawat dan kendaraan.

Nantinya, diharapkan pesawat dapat berkeliaran dalam jangka waktu yang lama, sehingga menghilangkan kebutuhan akan pengisian bahan bakar dalam penerbangan yang rumit dan berisiko. Tank, yang tidak lagi terkendala oleh keterbatasan bahan bakar, dapat memperluas jangkauannya secara signifikan.

Namun, ada beberapa tantangan yang harus diatasi agar teknologi ini praktis. Keterbatasan utamanya adalah laser beroperasi berdasarkan garis pandang, sehingga memerlukan pandangan langsung ke target untuk pengisian bahan bakar yang efisien.

Untuk mengatasi hal ini, stasiun pemancar yang ditempatkan di bagian atas atmosfer mungkin diperlukan untuk meminimalkan degradasi yang disebabkan oleh udara atau uap air. Selain itu, kendaraan harus menjaga stabilitas dan keselarasan dengan target selama proses pengisian.

Saat ini dalam tahap awal, sistem POWER masih bersifat konseptual, dengan fokus pada perancangan perangkat yang bertindak sebagai relay. Fase selanjutnya melibatkan penerapan teknologi pada pesawat yang sudah ada dan pada akhirnya menyalurkan 10 kilowatt listrik (cukup untuk memberi daya pada rumah dengan lima kamar tidur) ke pesawat dari jarak 125 mil.

Baca Juga:
4 Tim Valorant Wakili Indonesia di Grand Final Asia Pacific Predator League 2024

Di luar penerapan militer, terobosan dalam teknologi ini dapat digunakan secara luas untuk keperluan sipil. Misalnya, membayangkan sistem tenaga surya berbasis ruang angkasa yang mampu menyalurkan listrik langsung dari generator ke rumah-rumah di seluruh dunia.

Inovasi berkelanjutan yang dilakukan DARPA mempunyai implikasi yang luas baik bagi sektor militer maupun sipil.

SHARE:

CEO OpenAI Sam Altman Belanja Real Estate Senilai Rp1,3 Triliun

Kantongi Investasi, Gravel Percepat Transformasi Digital Industri Konstruksi di Indonesia