Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Deretan Laptop Asus Terbaru yang Rilis Q4 2022
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Asus mengungkap sejumlah produk laptop consumer terbaru yang akan hadir selama kuartal ke-4 2022. Ada dua kategori yang dipersiapkan meliputi Thin & Light dan Creator.

Muhammad Firman, Head of Public Relations Asus mengatakan bahwa kategori Thin & Light membagi lagi menjadi tiga sub-kategori yaitu Flagship, Premium, dan Mainstream.

Di kelas Flagship, Asus menyiapkan laptop Zenbook 14 OLED (UM3402) dan Zenbook S 13 OLED (UM5302). Sedangkan untuk Premium, perusahaan memiliki Vivobook Pro 14 OLED (M3400) dan Vivobook S 14 Flip (TN3402).

Baca Juga:
Diotaki AMD, Asus Luncurkan Zenbook S 13 OLED dan Vivobook 14X

Dan untuk Mainstream, ada Vivobook 14X OLED (M1403) dan Vivobook 15X OLED (M1503).

Seluruh produk di kategori Thin & Light ini dikatakan sama-sama mengusung layar yang lapang.

"Asus ingin menghadirkan layar lega bukan hanya di segmen premium saja. Namun juga di mainstream series," ujar Firman, dalam suatu acara di Jakarta, Selasa (1/11/2022).

Lanjut ke Creator, Asus menawarkan Vivobook Pro 15 OLED (M6500) yang diklaim memiliki spesifikasi tidak kalah seperti TUF series. Bedanya bila TUF Series menyasar kalangan gamer, Creator series membidik kalangan kreator konten.

"Ini merupakan salah satu hero model di kuartal empat untuk creator," ujar Firman.

Baca Juga:
ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400), Laptop Sehari-hari yang Bertenaga

Di Q4 2022 ini, Asus sudah menggunakan kode nama empat angka pada produk series laptopnya dari yang sebelumnya 3 angka.

Sebelumnya Firman pernah menjelaskan bahwa diawali diangka pertama merupakan arti dari segmentasi produknya, 1 sampai 9 merupakan segmentasi kelasnya, angka kedua merupakan ukuran layar, dan dua angka terakhir itu menandakan laptop ini generasi keberapa.

SHARE:

Garena Undawn Hadirkan Patch Baru, Ajak Pemain Taklukan Kegelapan di Stygian City

Gara-gara Ini, Kominfo Ancam Denda Platform Digital Sebesar Rp500 Juta