Technologue.id, Jakarta – Menandai setahun perjalanan paska resmi mendarat di Indonesia sejak Oktober 2015, ditengah persaingan di industri musik digital Joox berhasil terpilih sebagai layanan terfavorit di empat negara Asia. Diantaranya Hong Kong, Malaysia, Filipina, termasuk Indonesia.

Joox menempati posisi pertama dengan pangsa pasar 34,7%. Disusul selanjutnya ada nama pesaingnya, seperti Soundcloud, Langitmusik dan Spotify. Studi ini disampaikan melalui riset yang dikeluarkan lembaga riset digital, McKinsey, mengenai bagaimana digitalisasi membawa pengaruh positif dalam perkembangan ekonomi Asia.

“Sekarang ini tantangan dalam industri musik digital semakin banyak. Tetapi dengan bertambahnya terus aplikasi streaming di Indonesia malah bagus. Sebab yang mendengarkan dan mengakses musik secara legal kian banyak,” ujar Ventha Lesmana, General Manager Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) saat jadi pembicara di acara media gathering bersama Joox, Rabu (30/11/2016) di Jakarta.

Sejalan dengan hal ini, International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) melalui Global Music Report 2016 menjelaskan adanya peningkatan angka pengguna smartphone serta pengembangan infrastruktur berbasis internet turut mendukung layanan musik streaming.

Kondisi tersebut ternyata diungkap Benny Ho, Senior Director Tencent merupakan potensi besar bagi Joox yang tidak hanya selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan pasar. Sebagai penyedia konten musik legal yang memperhatikan tren musik lokal, lantas baginya dapat memberikan keuntungan bagi Joox untuk bisa mendapatkan data dan kebiasaan pengguna secara akurat.

Dari data internal yang berhasil dihimpun oleh pihaknya, Benny Ho mengungkap bahwa setelah berkiprah di Indonesia selama setahun, Joox telah mencatat sebesar 98.4% pengguna melakukan streaming musik Joox dari mobile phone mereka.  Dimana ternyata 78% dari pengguna mobile berasal dari platform Android, sementara sisanya pengguna iOS.

Selain itu, para penikmat aplikasi tersebut dikatakan Benny Ho, sudah menyentuh pasar anak muda dan urban. Adapun posisi paling besar yakni 48% didominasi oleh pengguna dalam rentang usia antara usia 18-24 tahun.

Lalu, secara gender dikatakan dia, persentase sebesar 53% pengguna Joox adalah perempuan. Sementara berdasarkan demografis, 55% pengguna berada di wilayah Jakarta Raya, menyusul kemudian dari Jawa Timur, Jawa, Bali, dan juga Sumatera Utara.

“Sebagai pemain di Asia, kami berharap Joox dapat membuka kesempatan bagi perusahaan menjangkau pasar anak muda melalui ketertarikannya dalam musik. Semoga kedepan dapat menjadi medium pemasaran baru bagi perusahaan industry kreatif digital di Indonesia,” tutupnya.