Technologue

Di Tanah Sendiri, Alat Tes Virus Corona Besutan Anak Bangsa Belum Dapat Izin

Technologue.id, Jakarta – Alat rapid test mandiri untuk virus Corona (Covid-19) besutan anak bangsa harus tersendat pendistribusiannya. Pasalnya hingga saat ini Pemerintah Indonesia belum mengeluarkan lisensi izin edar untuk alat tersebut.

Santo Purnama, orang yang mengembangkan alat dengan nama Sensing Self Ini berharap Pemerintah Indonesia segera memberikan respon positif untuk bisa membawa alat tes mandiri buatannya ke Indonesia. Ia menyebut sudah empat minggu lebih Pemerintah belum memberikan keputusan persetujuan.

Padahal menurutnya, badan farmasi Eropa hanya membutuhkan waktu 2-3 minggu untuk memberikan persetujuan. Bahkan India hanya menghabiskan waktu satu minggu untuk melakukan uji coba, validasi, dan persetujuan akhir.

Baca Juga:
Pemerintah Hadirkan Aplikasi 10 Rumah Aman, Efektif Gak Lawan Corona?

Dalam pernyataan tertulis pada Kamis (2/4/2020), Santo mengatakan, “Perang melawan Covid-19 adalah perang melawan waktu. Kita harus menekan laju pertumbuhan pandemi ini dengan melakukan tes seluas mungkin agar bisa segera meminimalisir risiko infeksi.”

Sensing Self sendiri telah mendapatkan lisensi edar dari tiga pasar penting di dunia, yaitu Eropa, India, serta Amerika Serikat. Untuk pasar Amerika Serikat, FDA telah memberikan persetujuan bagi alat tes Sensing Self dengan syarat bahwa penggunaannya harus dilakukan di lembaga medis formal.

Sedangkan India, yang mencatatkan angka ribuan kasus positif Covid-19, telah memesan alat tes cepat Sensing Self sejumlah 3 juta unit. Pemerintah India langsung memesan jutaan unit alat tes ini dua hari setelah lisensi diterbitkan.

Baca Juga:
Lawan Informasi Palsu, WHO Hadirkan Aplikasi Khusus Terkait Corona

Santo mengklaim alat tes mandiri Sensing Self buatannya bisa memberikan hasil deteksi yang cepat dan akurat karena menggunakan analisis enzim. Bahkan hasil tes bisa keluar dengan lebih cepat dibandingkan alat tes lain yang memakan waktu hingga 1 jam.

“Sensing Self dapat membantu pemerintah untuk menyediakan akses tes yang lebih aman, praktis, dan terjangkau. Jika setiap orang bisa melakukan tes mandiri, kita bisa meminimalisir risiko infeksi ketika pasien datang ke rumah sakit untuk melakukan tes, serta mengurangi beban tenaga medis yang sudah amat kewalahan,â€� pungkasnya.