Dianggap Gunakan Software Ilegal, Uber Hadapi Penyelidikan Kriminal

UBER hadapi penyelidikan di Amerika (source: BBC)

Technologue.id, Jakarta – Perusahaan transportasi berbasis aplikasi asal Amerika, UBER, rupanya tengah menghadapi penyelidikan kriminal di negaranya sendiri. Penyelidikan tersebut berdasarkan kecurigaan pemerintah Amerika kepada UBER, yang dirasa menggunakan sebuah software ilegal.

Dikutip dari BBC (6/5/2017), perusahaan yang aplikasinya telah ter-install di hampir seluruh perangkat smartphone ini dicurigai menggunakan piranti lunak bernama Greyball. Piranti lunak itu dianggap membantu pihaknya untuk mengidentifikasi orang-orang yang hendak menghentikan layanan mereka di wilayah-wilayah yang memang dilarang untuk dilalui oleh pengemudi UBER.

Setelah permasalahan ini tercium oleh publik, pihak UBER pun seakan menutup mulut mereka secara rapat. Bahkan, juru bicara UBER menolak untuk berkomentar mengenai kabar penyelidikan tersebut.

Diduga, Greyball digunakan oleh UBER untuk menjaga pengemudinya agar tetap beroperasi di beberapa wilayah yang belum disetujui. Adapun wilayah yang hingga saat ini masih menampilkan lampu merah kepada UBER adalah Portland dan Oregon.

Pada awalnya, petugas yang hendak membuktikan bahwa UBER telah beroperasi di wilayah tersebut hendak menyamar sebagai penumpang. Namun, Greyball berhasil mengetahui identitas asli mereka, lalu memblokirnya dari daftar pemesanan kendaraan.

UBER pun sempat membantah bila Greyball digunakan software pengidentifikasi petugas yang hendak menjebaknya. Menurut mereka, piranti lunak tersebut bertujuan untuk membantunya dalam menghindari kecurangan yang dilakukan oleh pengemudi.

Baca juga:

Uber Manjakan Driver dengan Asuransi Kesehatan

Mulai 20 April 2017, Warga Semarang Bisa Nikmati Layanan UberX

Sepanjang Tahun 2016, Uber Rugi US$2,8 Miliar

loading...