New York – Penelitian awal 2019 menyebutkan, perusahaan teknologi raksasa Google menjadi salah satu pihak yang berkontribusi dalam perubahan iklim, seperti diwartakan Guardian.co.uk. Rupanya temuan tersebut langsung mendapatkan reaksi dari karyawan Google.

Beberapa dari mereka melakukan aksi agar Google lebih mementingkan lingkungan hidup, dilansir dari CNN, Rabu (7/11). Aksi tersebut rupanya telah dilakukan selama beberapa hari, terpicu dari kegiatan yang dilakukan perusahaan teknologi lainnya, termasuk Amazon.

“Setelah bergabung dengan aktivis perubahan iklim dan membaca tuntutan pekerja Amazon, kami menyadari dukungan untuk menyelamatkan lingkungan, kami tidak ingin kami seolah ikut memfasilitasi pelepasan karbon,” David Newgas, manajer program teknis untuk Google Cloud platform.

Aksi yang awalnya dilakukan segelintir karyawan itu mendadak mendapatkan banyak dukungan. Tak hanya aksi, karyawan Google juga mengirimkan surat terbuka ditujukan kepada CFO Google, Ruth Porat.

Laman FoxNews menyebutkan, lebih dari 1.000 orang menendatangani surat terbuka tersebut. Mereka mempertanyakan perlunya tindakan, atau secara aktif menjaga lingkungan hidup.

Karyawan Google meminta perusahaan raksasa itu memenuhi tuntutannya, yaitu nol emisi pada 2030, tidak ada kontrak yang memungkinkan atau mempercepat ekstraksi bahan bakar fosil, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan tidak bekerjasama dengan pihak yang melakukan penindasan terhadap pengungsi.