Technologue.id, Jakarta – Huawei sepertinya tidak ingin memusingkan tindakan tegas Google yang tidak lagi menyediakan update Android OS. Pasalnya perusahaan yang kena blokir dari pemerintah Amerika Serikat itu sudah menggarap sistem operasi (OS) untuk ponsel dan chip sendiri.

Huawei Central, Selasa (21/5/2019), melaporkan Huawei sudah mengembangkan ‘Hongmeng’. Ini merupakan sebuah sistem operasi pertama yang dikembangkan sendiri oleh Huawei. Rencananya Hongmeng akan dipakai untuk menggantikan sistem operasi Android Google.

Baca Juga:
Diputus Google, Produk Huawei Tak Dapat Update Android

Sumber Huawei Central mengatakan Hongmeng menggunakan arsitektur yang berbeda dari Android dengan berbasis pada Linux. Sistem operasi ini sudah dikembangkan sejak 2012. Tetapi belum ada kepastian kapan sistem operasi baru ini akan diluncurkan dan dikomersialkan.

Kembali pada bulan Maret lalu, CEO Huawei Richard Yu, mengatakan bahwa mereka telah memiliki Plan B seandainya smartphone dan komputer Huawei dapat menggunakan Android atau Windows OS menyusul ketegangan antara Huawei dan AS.

Hongmeng akan bisa digunakan lintas platform termasuk ponsel dan notebook. Namun, pengembangan Hongmeng menghadapi beberapa tantangan ketika diluncurkan secara komersial.

Baca Juga:
Kena Blokir Google, Ini Tanggapan Huawei

“Sama seperti distribusi software skala besar lainnya, masalah yang paling menantang bagi Hongmeng adalah pada pembentukan ekosistem inti. Jika perusahaan meninggalkan kerangka kerja Linux + Java Android dan langsung mengadopsi arsitektur sistem baru, itu akan membuat sistem Hongmeng tidak kompatibel dengan aplikasi berbasis Android saat ini,” ujar sumber yang mengaku dekat dengan isu ini.

Sumber tersebut menambahkan Hongmeng juga memiliki keunggulan karena memiliki dukungan luas dengan kemampuan hardware Huawei yang ada saat ini.

“Setelah OS keluar dari ekosistem perangkat lunak pendahulunya, maka ada peluang bagus bahwa Hongmeng akan menjadi salah satu sistem operasi seluler terbaik dan terbesar di dunia,” tambahnya.