Digicoop, Smartphone 4G Lokal Pertama Resmi Diproduksi

Technologue.id, Jakarta – Karya anak bangsa ditengah perkembangan dunia digital agaknya kini semakin mulai berdatangan. Digicoop, dalam hal ini menjadi smartphone pertama yang sepenuhnya buatan lokal. Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM) pun resmi meluncurkannya dalam jaringan 4G LTE.

“Kira-kira sebulan lalu, KDIM bersama dengan APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) sempat melalukan survei terhadap masyarakat Indonesia. Hasilnya, ada sebesar 53,7% dari mereka mengaku akan memakai smartphone hasil dalam negeri, sedangkan ada 63,5% masyarakat yang mau menggunakan aplikasi dalam negeri,” ujar Henri Kasyfi, Ketua Umum Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM) dalam sambutannya di Pabrik V.S. Technology, di Bekasi, Jumat ini (20/1/2017).

Dari situ, lantas ia mengungkap bahwa PT VS Technology Indonesia mulai sekarang telah menjadi tempat diproduksinya secara perdana smartphone Digicoop. Dimana ini merupakan sebuah tantangan bagi KDIM dalam mewujudkan pihaknya sebagai produsen pertama yang merilis smartphone karya anak bangsa yang berbasis kerakyatan.

“Smartphone berbasis Android 6.0.1 ini ditopang dengan aplikasi-aplikasi lokal yang berguna mendukung aktivitas digital anggota sehari-hari, seperti chatting lewat messenger, mail account, hingga lanyanan cloud. Semuanya kami buat sendiri,” kata Teguh Prasteya, Ketua Bidang Perangkat KDIM.

Untuk bisa mendapatkan ponsel Digicoop tersebut, KDIM menawarkannya dalam model bisnis Koperasi yang diinisasi oleh Mastel (Masayarakat Telematika Indonesia) dan Apjii (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia). Pengguna tak perlu membelinya namun hanya perlu menabung di KDIM.

“Koperasi jenis jasa ini kami fokuskan pada tiga pilar, yaitu perangkat, jaringan, dan aplikasi. Maka sebagai langkah awal Koperasi dalam mengajak masyarakat untuk bergabung didalamnya, dilakukan bisnis model ini. Dimana nantinya setiap orang tinggal mendaftar jadi anggota KDIM, kemudian bisa langsung mendapatkan Digicoop secara gratis,” imbuhnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara pun lantas menyambut baik akan hadirnya terobosan baru di industri perangkat teknologi tanah air tersebut. Ia yang mengaku juga sebagai anggota KDIM mengatakan kalau smartphone Digicom sekiranya pada masa mendatang dapat menjangkau hingga ke pasar tertentu, seperti ibu rumah tangga.

“Sebab dengan jumlah populasi ibu rumah tangga di Indonesia yang jumlahnya sudah mencapai 60 juta orang,” jelas pria yang kerap diberi sebutan Chief RA ini.

Keanggotaan KDIM sendiri terbuka bagi seluruh masyarakat, dimana besaran Simpanan Pokok Anggota berjumlah Rp 100.000 (dilakukan sekali). Sementara simpanan wajib per tahun adalah sebesar Rp 1.2 juta. Hal tersebut sebatas biaya iuran anggota, sehingga pengguna tak perlu lagi mencicil ponsel.

BACA JUGA:

Dan Ponsel Lokal Terbaik 2016 Jatuh Kepada…

Mau Sukses, Ekosistem Startup Indonesia Wajib Punya 3C