Technologue.id, Jakarta – Gara-gara teknologi, gap antara remaja dan orangtuanya bisa jadi kian jauh. Bahkan, kini banyak orangtua tak tahu apa yang dilakukan anaknya di dunia maya. Munculnya fenomena ‘digital disconnect’ pun jadi salah satu kesimpulan yang dapat ditarik dari survei National Cyber Security Alliance.

Dari survei yang disponsori oleh Microsoft itu, 804 remaja dari rentang usia 13 sampai 17 tahun disurvei. Mirisnya, 60 persen di antaranya mengaku kalau mereka memiliki akun media sosial yang tidak diketahui orangtuanya masing-masing. Mengutip CNET (24/8/16), hanya 13 persen dari sekumpulan remaja itu yang menyatakan bahwa orangtuanya memahami aktivitas online mereka.

Lalu, bagaimana dengan para orangtua? Tampaknya, kebanyakan dari mereka tidak menyadari kalau tak sedikit remaja yang menyembunyikan sesuatu di dunia maya. Dari 810 orangtua yang ditanya, hanya 27 persen yang merasa curiga kalau anak-anak remajanya punya sejumlah akun yang dirahasiakan.

Walau tidak bisa dipastikan bahwa 73 persen orangtua di survei ini benar-benar ditipu oleh buah hatinya, tetapi secara kasar bisa disimpulkan kalau pengawasan banyak orangtua ternyata belum menyeluruh. Ketidakterbukaan responden remaja terkait aktivitasnya di dunia maya pun menjadi dampak kurang dekatnya hubungan orangtua dengan anak. Makanya, tak bisa ditampik kalau digital disconnect menjadi salah satu ancaman yang nyata dari lingkungan keluarga saat ini.

- Advertisement -

 

Baca juga:

REMAJA KEKINIAN LEBIH SUKA INTERNETAN DARIPADA KENCAN

ANDROID TERUS LINDAS WINDOWS, BLACKBERRY, BAHKAN IOS

PENGGUNA SMARTPHONE MAKIN PEDULI DENGAN KEAMANANNYA, ANDA?

Share this