Technologue.id, Jakarta – 3 pelaku yang bergeliut di industri digital, yakni Smart City Jakarta, Qlue, dan XL Axiata secara kompak menyatakan jika digitalisasi merupakan langkah pintar dalam menghadapi segala masalah yang ada di dalam negeri. Hanya dibutuhkan kreatifitas serta tekad yang kuat dalam memanfaatkan kemajuan digital untuk dijadikan sebagai kunci masalah yang ada.

Pada pagelaran Startup Ngabuburit: Be Startup Make Something People Need yang diadakan oleh Technologue.id di Eat n Eat FX, Jakarta (5/6/2017), ketiga pihak yang telah diakui kehandalannya di dunia digital tersebut tidak hanya setuju akan manfaat digitalisasi, namun juga telah mereka buktikan dengan caranya masing-masing. Manfaat dari langkah digitalisasi yang dilakukan ketiganya pun telah dirasakan oleh banyak masyarakat di Indonesia.

Pada sesi pertama yang dibawakan oleh Doni Ismanto, Direktur Indotelko, baik Smart City Jakarta, Qlue, ataupun XL Axiata secara gamblang menyebutkan masing-masing digitalisasi yang telah mereka lakukan dan telah membuahkan nilai positif. Uniknya, tidak hanya masalah di perkotaan saja yang bisa diselesaikan dengan cara digital, namun juga beberapa masalah yang dihadapi di pedesaan.

Contohnya saja yang telah dilakukan oleh XL Axiata. Melalui perwakilannya, Abdul selaku GM Digital Services, diketahui jika salah satu pemain telco terbesar di Indonesia tersebut telah berhasil menciptakan 2 aplikasi yang mampu membantu nelayan dan petani. Kedua aplikasi yang telah diciptakan XL tersebut adalah mFish dan Xmart Village.

“Kami tidak hanya fokus terhadap aktifitas komersial saja, melainkan juga terhadap aktifitas yang mampu menghadapi segala permasalahan dalam negeri. Dengan keahlian kami di dunia digital saat ini, kami selalu percaya jika terdapat manfaat yang bisa dimanfaatkan secara lebih oleh mereka yang membutuhkan. Dengan menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat, kami berhasil membantu para nelayan dan juga petani dalam menghadapi masalah mereka, dengan aplikasi yang kami ciptakan,” tutur Abdul.

Manfaat digitalisasi juga berhasil dirumuskan oleh Smart City Jakarta. Mereka yang awalnya fokus untuk menyelesaikan permasalahan kota Jakarta saja, kini telah berhasil menciptakan sebuah API, yang bisa digunakan oleh banyak startup. “Dengan dilandasi oleh kolaborasi bersama generasi muda yang kreatif, kami saat ini berhasil menciptakan sebuah platform yang mampu digunakan sebagai alat bantu dalam mengembangkan aplikasi. Tidak hanya mereka yang pro, namun juga dapat digunakan oleh mereka para pemula,” tutur Setiadji, Kepala Smart City Jakarta.

Melihat permasalahan Ibu Kota yang rumit, Qlue pun hadir sebagai wadah bagi para masyarakat di dalamnya untuk dapat berkeluh kesah terhadap permasalahan yang ada. “Langkah kaki kami di dunia digital diawali oleh niat untuk menyatukan segala aspirasi serta keluh kesah masyarakat Jakarta. Sehingga, permasalahan yang ada tidak hanya menumpuk begitu saja, namun juga diharapkan dapat terselesaikan secara perlahan,” tutur Sarah Ramadhania, perwakilan Qlue.

Gagasan Qlue itupun diperluas, dengan menggelar #GerakanBeraniBerubah!. “Gerakan berani berubah merupakan ajakan untuk setiap masyarakat Jakarta, agar tidak hanya mengeluh, namun juga membantu dalam mencari cara menyelasaikan permasalahan yang ada. Gerakan ini tentu akan semakin menciptakan Ibu Kota yang lebih cerdas lagi,” tambah Sarah.

Apa yang telah dilakukan oleh Smart City, Qlue, dan XL Axiata pun telah membuktikan jika digitalisasi tidak hanya memiliki manfaat bisnis, namun juga bisa dijadikan kunci penyelesaian masalah. Dengan demikian, Technologue.id pun mengapresiasi mereka dengan sebuah trophy khusus, sebagai bukti kehandalan ketiganya di dunia digital.

Baca juga:

Startup Ngabuburit, Pembuktian Technologue.id di Bisnis Digital Nasional

11 Startup Indonesia Bakal Dibina Akselerator Silicon Valley

Startup Pengajak Poligami Ini Tak Gentar Lawan Haters