Technologue.id, Jakarta – Kasus Galaxy Note terbakar terulang kembali. Kali ini bukan Galaxy Note 7, namun terjadi pada smartphone terbaru Galaxy Note 9. Kejadian ini menimpa seorang wanita di New York, Amerika Serikat, yang berlangsung pada awal bulan September lalu.

Diane Chung, seorang agen real estat yang berbasis di Long Island, telah resmi mengajukan gugatan terhadap Samsung setelah Galaxy Note 9 miliknya terbakar.

Kejadian bermula saat Chung merasakan panas tiba-tiba dari Galaxy Note 9 ketika berada di lift gedung Bayside. Ia lantas berhenti menggunakan telepon dan meletakkannya di dompetnya.

Baca juga:

Galaxy Note 9 Kemahalan? 5 Gawai Ini Berbaterai Jumbo dan Lebih Murah!

Tanpa disangka, orang-orang di sekitar Chung menjerit karena melihat asap mengepul dari dalam dompet tersebut. Dia mencoba untuk mengosongkan isi tas di lantai, namun Galaxy Note 9 itu justru membakar jari-jarinya saat dia mengambil perangkat. Karena panik, Ia segera melempar ponsel itu ke lantai dan menendangnya keluar dari lift ketika pintu terbuka, namun api masih belum padam. Hingga ada orang memadamkannya dengan mengambil kain dan menceburkan ponsel ke dalam air.

Chung menyebut pengalaman itu sebagai “hal menyebabkan traumatis” dalam gugatannya. Perangkat yang rusak itu membuatnya tidak dapat menghubungi klien dan juga menghancurkan segala barang di dalam tasnya.

Mengutip NYPost.com (15/09/2018), kejadian ini membuat Diane melayangkan gugatan kepada Samsung melalui Pengadilan Negeri Queens. Insiden yang dituduhkan dalam gugatan Chung ini mengingatkan pada peristiwa kelam Galaxy Note 7 yang dialami Samsung dua tahun lalu.

Baca juga:

Cuma di Negara Asalnya, Samsung Galaxy Note 9 Ada Bonus Khusus

Pada tahun 2016, raksasa elektronik Korea itu menghentikan penjualan perangkat lantaran masalah baterai yang membuat ponsel itu rawan terbakar. Samsung sendiri telah melakukan penarikan 2,5 juta unit Galaxy Note 7 dari pasaran dunia.

Dengan kejadian naas saat ini, tentu mencoreng nama baik perusahaan yang ingin kembali mendapat kepercayaan konsumen Galaxy Note series. Apalagi, salah satu fitur yang sangat diandalkan pada Galaxy Note 9 adalah kapasitas daya dengan baterai yang sangat besar. Tak tanggung-tanggung, Samsung berani meningkatkan kapasitas baterai smartphone tersebut. Dengan kapasitas baterai 4000mAh, Samsung juga menjamin keamanan dari baterai yang disematkan pada Galaxy Note 9.

Baca juga:

Galaxy Note 9 Ludes 1,5 Kali Lebih Cepat dari Seri Sebelumnya

Jongho Park, GPP (Global Product Planning) Team Mobile Business Samsung Electronic, menjamin kalau baterai yang ada di smartphone tersebut sangat aman. Bahkan, perusahaan sudah melakukan pengecekan dalam beberapa poin terkait kapasitas daya tersebut.

“Samsung sudah melakukan delapan poin pengecekan guna mengukur performanya bila tidak di-charge seharian,” kata Jongho.

Bukan sekadar pengecekan biasa, Samsung juga melibatkan pihak ketiga pada proses pemeriksaan. “Karena itu kami yakin aman. Lagi pula, kami pasti mengecek satu per satu fitur yang dipakai,” katanya.

Disinggung soal kejadian ini, pihak Samsung sedang melakukan investigasi sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

“Kami belum menerima laporan tentang insiden serupa yang melibatkan perangkat Galaxy Note 9 dan kami sedang menyelidiki masalah ini,” kata juru bicara Samsung kepada New York Post.