Technologue.id, Jakarta – Pengguna beberapa perbankan di Indonesia sempat mengalami gangguan layanan disebabkan adanya masalah di satelit Telkom. Gangguan yang terjadi pekan lalu diperkirakan akan membuat satelit milik Telkom tersebut tak lagi bisa beroperasi.

Diakui Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, gangguan yang terjadi di satelit Telkom diperkirakan akan membuat satelit tersebut tak lagi bisa beroperasi. “Gangguan kemarin diperkirakan berakibat satelit itu gak bakal beroperasi lagi, saya cek itu penyebab gangguan di bahan bakar atau baterainya habis,” ujar Rudiantara.

Lebih lanjut, Menteri yang akrab disapa Chief RA menyebutkan ketidakmampuan operasi satelit Telkom 1 akan membuat slot orbit 108 Bujur Timur kosong untuk sementara waktu. Kekosongan akibat gangguan tersebut membuat pemerintah ikut turun tangan membantu Telkom Indonesia untuk mengamankan slot Telkom 1 yang baru habis masa beroperasinya tahun 2018.

“Normor satu kita harus amankan slotnya. Seharusnya Telkom 1 mengorbit sampai 2018 jadi mungkin ada satu tahun kosong. Jadi mungkin Kominfo akan membantu Telkom untuk melakukan suspend atas slotnya sehingga aman untuk Indonesia, itu dulu fokusnya,” ujar Rudiantara saat ditemui pada acara Peluncuran Gerakan Generasi Kuota di Graha XL

Chief RA pun menyatakan pihaknya sudah meminta Telkom sebagai pemilik satelit Telkom 1 agar segera melakukan migrasi kepada satelit-satelit lain. Perkembangan mengenai pemulihan juga diminta Rudi agar selalu dipublikasikan karena dampaknya yang besar kepada masyarakat.

“Saya dikasih update dari Dirut Telkom itu dipindahkan ke Telkom 3S dan satelit lain termasuk yg Apstar. Jadi pelanggan seharusnya bisa tenang, ya memang faktanya terjadi seperti kemarin. Satelit ya ga bisa diapa-apain, ya terjadi glitch di atas ya, kena,” ujarnya.

Gangguan yang terjadi di satelit Telkom 1 dimaklumi Chief RA karena usianya yang sudah terbilang tua. Telkom 1 pertama kali beroperasi di tahun 1999, akan tetapi terdapat perjanjian antara Telkom Indonesia dan Lockheed Martin sebagai pabrikan satelit yang memungkinkan pengoperasian satelit itu diperpanjang.