Technologue.id, Jakarta – Entah ini adalah titik balik Twitter menuju kejayaan atau sekadar hujan sesaat di tengah musim kemarau panjang, tapi keadaan perusahaan yang dikomandoi Jack Dorsey itu tak bisa dipungkiri kalau sedang bagus.

Dalam laporan keuangan per kuartal terbarunya, Twitter menyatakan saham mereka telah naik 40 persen dibandingkan April lalu. Tentu saja ini adalah pertumbuhan yang baik dari sebuah perusahaan yang sempat diprediksi akan bangkrut.

Saham Twitter ditutup hari Selasa (25/07/17) waktu setempat sebesar 19,97 USD atau sekitar Rp266 ribu. Memang, nilai saham itu tak jauh melonjak dengan hari-hari sebelumnya.
Akan tetapi kalau dibandingkan pertengahan April lalu, tentu nilai Twitter sekarang lebih tinggi. 17 April 2017, saham mereka hanya 14,12 USD (Rp188 ribuan) atau lebih rendah 41 persen daripada saat ini.

Selain dari harga saham mereka, aura positif Twitter turut dipengaruhi dari kondisi manajemen mereka. Setelah Jack Dorsey menduduki lagi kursi CEO, co-founder Twitter lainnya, Biz Stone, menyusul bergabung kembali. Bulan depan, media sosial yang sudah ada sejak 2006 itu juga akan diperkuat Ned Segal, eks bankir, sebagai CFO.

“Untuk sebuah perusahaan yang banyak orang perkirakan enam bulan lalu sudah berdiri di jurang kematian dan segera menyusul MySpace dan AOL, rebound sebanyak dua digit dan akselerasi user yang baik sangat mengejutkan investor,” kata analis BTIG Research, Richard Greenfield, seperti dikutip dari VentureBeat (26/07/17).

 

Baca juga:

Solusi Twitter untuk Netizen Pinggiran

Apakah Twitter Bakal Mati di Tahun 2017?

Aneh, Twitter Nonaktifkan Akun CEO-nya Sendiri