Technologue.id, Jakarta – Setelah menjabat sebagai Vice President of International Xiaomi selama tiga tahun lebih, Hugo Barra memutuskan akan menyudahi masa baktinya di perusahaan yang identik dengan warna oranye itu di bulan Februari, tepatnya setelah Tahun Baru Imlek. Barra memilih untuk kembali ke Silicon Valley, tetapi tak turut diungkap apa yang akan ia kerjakan selanjutnya atau ke perusahaan mana ia akan berlabuh. Kepastian ini dilontarkan oleh pria keturunan Brasil itu melalui akun Facebook pribadinya.

Dalam statusnya yang tak singkat (23/01/17), Barra menyatakan waktu yang ia habiskan di Xiaomi adalah momen terbaik dan paling menantang sepanjang hidupnya. Kontribusi nyatanya antara lain pelebaran sayap Xiaomi ke lebih dari 20 negara, termasuk Indonesia, dan membantu perusahaan Lei Jun itu mencapai revenue Rp 13 triliun di India tahun lalu.

Pasca ditinggal Barra, wajar jika muncul rasa penasaran terkait kiprah Xiaomi selanjutnya, terutama di bisnis smartphone. Sebab, kehadiran mantan orang dalam Google dengan jabatan Vice President of Product Management Android itu sedikit banyak berpengaruh terhadap popularitas Xiaomi sebagai merek global.

Pertama, penetrasi Xiaomi di beberapa negara, termasuk Indonesia kerap dihadiri langsung oleh Barra. Di hari pelepasan Mi 4i untuk konsumen Tanah Air Mei 2015 lalu, misalnya, ia datang dan menyapa sendiri Mi Fans Indonesia sekaligus merasakan antusiasme dan kehangatan mereka. Tahun 2014, ia juga sempat menghadiri gelaran Indonesia Cellular Show (ICS).

Kemudian, pengalaman Barra dalam mengembangkan Android jelas memengaruhi kian sempurnanya MIUI, ROM yang dikembangkan oleh Xiaomi dan dibekalkan ke ponsel-ponsel buatannya. Juli 2016, pengguna MIUI terpantau mencapai 200 juta. Padahal pada Februari 2016 user mereka sedunia baru 170 jutaan.

Pengganti Barra, Xiang Wang, tentu punya beban berat. Pasalnya, apa yang dilakukan Barra sedari September 2013 ini sudah memberi ekspektasi tinggi. Wang memang bukan orang baru di industri ini, ia pernah menduduki posisi penting di Qualcomm dan Motorola. Maka dari itu, layak dinantikan akan seperti apa inovasi Wang demi menyaingi atau melebihi Barra dengan kemampuan teknisnya, mulai dari mengembangkan ekosistem Android dari Honeycomb hingga KitKat, smartphone Nexus 4 dan 5, sampai aplikasi ‘pintar’ semacam Google Now dan Google Voice Search.

Menurut Anda, mampukah Xiaomi bertarung lebih keras tanpa Hugo Barra?

 

Baca juga:

Xiaomi Mi 6 Bakal Punya Layar Lengkung?

Ini Kisi-Kisi Spesifikasi dan Harga Xiaomi Redmi Note 5

Xiaomi Siapkan TV Pintar Super Tipis dan Tanpa Bezel