Technologue.id, Jakarta – Meretas komputer dewasa ini sudah menjadi hal yang wajar, bahkan mungkin setiap harinya terdapat ribuan perangkat yang di-hack. Tak jarang, perusahaan besar hingga pemerintah menjadi sasaran serangan cyber ini.

Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump, menyadari hal ini. Suksesor Barrack Obama itu pun menyodorkan solusi. Menurutnya, dengan tidak amannya komputer dan internet sekarang ini, Trump pun menyarankan agar publik kembali ke cara konvensional.

“Jika Anda punya sesuatu hal yang sangat penting, tulis dan kirimkan lewat kurir, cara tradisional. Sebab, saya beri tahukan ini pada Anda: tidak ada komputer yang aman,” terang Trump seperti dikutip dari CNET (01/12/16).

Trump memang diketahui punya sinisme tersendiri terhadap teknologi informasi. Akhir 2015 lalu, konglomerat terkenal itu bahkan sempat berencana menutup akses internet dengan meminta bantuan Bill Gates.

Namun, Trump tak menampik bahwa terpilihnya ia sebagai Presiden Amerika Serikat juga karena internet, tepatnya media sosial. Media sosial ia pandang sebagai platform komunikasi yang luar biasa. Walau, pesaing Hillary Clinton dalam perebutan kursi nomor 1 AS itu tak serta merta mencitai media sosial, setidaknya saat diserang, ia punya alat untuk melakukan serangan balik juga lewat medsos.

 

Baca juga:

Bos Facebook Kecewa Dengan Terpilihnya Donald Trump

Donald Trump Jadi Presiden, Ini Komentar CEO Microsoft

Ketika Snapchat Jadi Ajang Kampanye