Duet Grab dan Singtel Raih Lisensi Bank Digital di Singapura

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Grab dan Singtel, salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Singapura, sedang mengajukan lisensi perbankan digital secara bersama-sama.

Dilaporkan TechCrunch (30/12/2019), jika pengajuan ini disetujui, keduanya akan mendapatkan lisensi bank digital sehingga memiliki akses ke deposito, pinjaman atau layanan keuangan lainnya, sebelum berkembang menjadi bank yang berfungsi penuh jika mereka memenuhi kriteria Otoritas Moneter Singapura (MAS). Kepastian penerbitan lisensi ini akan diumumkan pada pertengahan 2020.

Baca Juga:
Grab Luncurkan Layanan Pembelian Voucher ‘GrabGifts’

Kedua perusahaan mengatakan mereka akan membentuk konsorsium dengan Grab memiliki 60 persen saham dan Singtel memegang sisanya.

Langkah ini diambil Singtel dan Grab ketika liberalisasi terbesar Singapura di sektor perbankan dalam dua dekade berusaha untuk memungkinkan bank-bank online yang dapat beroperasi dengan biaya lebih rendah. Bank digital diharapkan bisa menawarkan layanan yang berbeda dari pemberi pinjaman tradisional seperti DBS Group Holdings Ltd dan Oversea-Chinese Banking Corp Ltd (OCBC).

Singtel, operator telekomunikasi terbesar di kawasan ini, dan Grab adalah perusahaan ride hailing paling terkenal di Asia Tenggara. Keduanya telah berkembang di luar bisnis tradisional mereka.

Baca Juga:
Menkeu Sri Mulyani Apresiasi Inisiatif Sosial Grab

Singtel memperluas bisnisnya ke bidang-bidang seperti dompet digital dan game online. Sementara Grab telah berkembang menjadi pengiriman makanan dan berbagai layanan keuangan.

“Langkah alami berikutnya adalah membangun bank digital yang benar-benar berpusat pada pelanggan yang akan memberikan berbagai layanan perbankan dan keuangan yang dapat diakses, transparan dan terjangkau,” tutur Reuben Lai, Direktur Pelaksana Senior di Grab Financial Group.

Bank sentral Singapura akan menerbitkan hingga dua bank penuh digital dan tiga lisensi bank induk. Bank penuh digital dapat menerima setoran dari dan menawarkan layanan kepada pelanggan ritel dan non-ritel tetapi harus dipimpin oleh perusahaan yang berbasis di Singapura.

Reuben Lai menambahkan Grab akan mencari peluang perbankan di negara-negara Asia Tenggara lainnya jika negara-negara tersebut mengikuti Singapura untuk memungkinkan non-bank menjadi bank virtual.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories