Duh, Popularitas Artis Grammy Dimanfaatkan Para Hacker

Technologue.id, Jakarta – Seiring dengan perhelatan penghargaan musik terbesar Grammy 2020, pelaku kejahatan siber secara aktif menyalah gunakan nama artis serta lagu yang dinominasikan untuk menyebarkan malware. Para pelaku kejahatan siber memanfaatkan nama artis populer dengan menyisipkan malwer pada lagu atau video klip.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Technologue.id pada Jumat (31/1/2020), perusahaan keamanan siber Kaspersky mengatakan 41.096 penggunanya menemukan sebanyak 30.982 file berbahaya di balik nama-nama artis atau jejak mereka. Jumlah itu merupakan peningkatan sebesar 39% dibanding tahun 2018 lalu.

Ariana Grande, Taylor Swift dan Post Malone menjadi yang paling sering disisipkan malware dimana nama-nama tersebut juga banyak digunakan di tahun 2019 lalu. Kaspersky juga menemukan bahwa nama-nama tersebut menyumbang file berbahaya dengan presentase sebesar 55%.

Baca Juga:
Beredar Foto Rekening ‘King of The King’ dengan Saldo Fantastis

Jumlah upaya untuk mengunduh atau menjalankan file yang berisi nama-nama bintang pop ini juga tumbuh secara signifikan pada hampir semua artis dalam penelitian termasuk artis baru seperti Billie Eilish. Yang mana jumlah pengguna yang mengunduh file berbahaya dengan namanya telah meningkat hampir sepuluh kali lipat dibandingkan tahun 2018 yaitu dari 254 menjadi 2171.

Untuk jumlah file berbahaya yang didistribusikan juga tercatat meningkat dari 221 menjadi 1.556. Fenomena ini tidak terkecuali bagi artis yang lebih senior seperti Lady Gaga, yang namanya juga digunakan untuk penyamaran malware dan bahkan mengalami peningkatan dalam setahun terakhir.

Kaspersky juga menganalisis sejumlah rekaman dan lagu yang dinominasikan untuk Grammy pada tahun 2019, yang paling mendapat perhatian dari para pelaku kejahatan siber. Diantaranya adalah ‘Sunflower’ Post Malone, ‘Talk’ Khalid, dan ‘Old Town Road’ Lil Nas X, memimpin daftar lagu-lagu dengan serangan malware paling banyak.

Baca Juga:
Februari, Sony Siap Rilis PlayStation 5

Anton Ivanov, analis keamanan Kaspersky mengatakan, “Pelaku kejahatan siber jelas memahami apa yang menjadi populer dan akan terus berusaha untuk memanfaatkannya. Musik, di samping acara TV, adalah salah satu jenis hiburan paling populer dan, sebagai hasilnya, sarana yang menarik untuk menyebarkan malware, dimana para pelaku ancaman langsung dapat melancarkan aksinya.”

Meski begitu, Ivanov berharap bahwa aktivitas berbahaya terkait dengan jenis konten ini akan berkurang. Pasalnya, ia melihat semakin banyak pengguna berlangganan platform streaming, yang tidak memerlukan unduhan file untuk mendengarkan musik.

Recent Articles

Viral Alat Berangus Aplikasi China di Play Store

Technologue.id, Jakarta - Popularitas aplikasi bernama 'Remove China Apps' melejit menyusul meningkatnya ketegangan antara India dan China. Bahkan aplikasi ini mampu menembus...

Aksi Nyata TikTok Dukung Kreator Kulit Hitam

Technologue.id, Jakarta - TikTok mengambil serangkaian tindakan untuk mengatasi kritik bahwa algoritma rekomendasinya menekan kreator kulit hitam. Langkah-langkah ini...

Bos Sony: Harga PS5 Tak Mungkin Murah

Technologue.id, Jakarta - Bocoran terkait PlayStation 5 jamak beredar menjelang peluncurannya beberapa bulan lagi. Kali ini, muncul informasi yang menyebut konsol terbaru...

OPPO Luncurkan Versi Resmi ColorOS 7 Berbasis Android 10, Penyempurnaan dari Versi Uji Cobanya

Technologue.id, Jakarta - Setelah memperkenalkan versi uji coba ColorOS 7 pada bulan November lalu, OPPO akhirnya siap meluncurkan versi resmi dari update...

Karyawan Facebook Walkout Virtual Gara-gara Postingan Donald Trump

Technologue.id, Jakarta - Karyawan Facebook mengambil sikap terhadap kepemimpinan Mark Zuckerberg dalam menghadapi postingan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.Ratusan karyawan melakukan aksi...

Related Stories