Technologue.id, Jakarta – Walau berpredikat sebagai pemain besar di industri ride-sharing global, ternyata Uber tetap tak bisa lolos dari bencana buruknya neraca keuangan. Bloomberg (25/8/16) mewartakan kalau perusahaan milik Travis Kalanick itu menelan rugi hampir Rp 17 triliun di semester pertama 2016.

Yang lebih mengagetkan lagi, Uber juga merugi di Amerika Serikat. Padahal di negara asalnya itu, Uber sempat meraih keuntungan pada Q1 2016 kemarin.

Menurut narasumber yang memahami perihal ini, Head of Finance Uber, Gautam Gupta, mengatakan pada para investor kalau penyebab kerugian ini adalah subsidi untuk driver secara global. Namun, pihak Uber memilih bungkam untuk membenarkan keterangan yang katanya dilempar saat memberikan laporan per kuartal tersebut.

Jika tren buruk ini berlanjut, maka bukan tidak mungkin catatan kerugian Uber terus bertambah. Tahun lalu, Uber sudah merugi sekitar Rp 26,5 triliun.

Sekadar info, Uber, menurut survei dari SimilarWeb belum lama ini, dinobatkan sebagai aplikasi taksi online terpopuler di dunia. Sayangnya di Indonesia, perusahaan yang disuntik dana besar oleh CEO Amazon, Jeff Bezos, itu kalah oleh Grab.

 

Baca juga:

APA SIH LAYANAN TAKSI ONLINE TERPOPULER SAAT INI?

LAYANAN TAKSI ONLINE INI MULAI TINGGALKAN APLIKASINYA?

OKNUM UBER CURANG, TARIK RP 595 RIBU DARI SEHARUSNYA RP 18 RIBU