Technologue.id, Pangkal Pinang – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menunjukkan keseriusannya dalam mendukung Strategi Keuangan Inklusif yang telah dicanangkan Pemerintah sejak Tahun 2016 melalui Peraturan Presiden No. 82 Tahun 2016. BRI bersama Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) saat ini tengah menyiapkan formula dan strategi baru untuk melakukan penetrasi percepatan pencapaian target keuangan inklusif melalui skema bisnis baru pembukaan rekning di Agen BRILink.

Kedepannya masyarakat Unbanked atau yang belum memiliki rekening simpanan tidak lagi perlu lagi ke kantor bank untuk membuka rekening, masyarakat cukup menuju Agen BRILink terdekat untuk melakukan proses pembukaan rekening. Melalui pemanfaatan data kependudukan masyarakat melalui platform tersebut dapat membuka rekening simpanan tidak lagi harus mengisi formulir pembukaan rekening yang begitu banyak.

Dalam strategi ini BRI menyiapkan platform pembukaan rekening berbasis mobile apps yang melekat di Agen BRILink, sehingga hal ini menjadikan Agen BRILink sebagai kepanjangan tangan dari petugas Customer Service yang selama ini bertugas melayani pembukaan rekening di Unit Kerja BRI.

Melalui platform ini juga memudahkan masyarakat untuk membuka rekening hanya dengan membawa fisik KTP berbasis NIK dan memiliki Nomor Telepon Seluler aktif. Plaftform tersebut diperkenalkan pada acara Sinergi Program Keuangan Inklusif yang diselenggarakan oleh BRI bersama DNKI di Kota Pangkal Pinang, dimana melalui platform ini pembukaan rekening hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 5 (lima) menit, serta dapat dilayani kapan pun dan dimanapun tanpa terpaku pada jam operasional Unit Kerja BRI.

Strategi lain yang dilakukan BRI untuk menggaet calon nasabah unbanked adalah dengan memaksimalkan produk tabungan Basic Saving Account (BSA) yang memiliki karakteristik dasar yang jauh berbeda dengan Produk Tabungan Konvensional lainnya, diantaranya tanpa adanya kewajiban setoran minimum, tanpa adanya biaya administrasi serta memiliki biaya transaksi yang jauh lebih rendah. Sehingga diharapkan dengan adanya kolaborasi antara pendeketan Digital melalui platform pembukaan rekening dan Tabungan Basic Saving Account dapat meningkatkan minat masyarakat unbanked untuk membuka rekening perbankan.

Strategi Inklusi keuangan BRI ini pun tidak berhenti pada pendekatan rekening, dimana melalui platform yang disiapkan tersebut, dimana BRI juga tengah menyiapkan suatu ekosistem baru untuk masyarakat unbanked sehingga nantinya masyakat juga dapat dengan mudah mengakses layanan pembiayaan usaha, asuransi, peningkatan usaha melalui platform Indonesia Mall hingga ekosistem berbasis komunitas seperti produk Arisan Digital. Seluruh ekosistem tersebut akan berpusat pada Agen BRILink sebagai pusat dari inovasi untuk mempercepat inklusi keuangan di daerah.

Gede Edy Prasetya, Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, menyambut baik inovasi Bank BRI dalam mendukung program DNKI pada kesempatan tersebut. “Langkah BRI ini harus didukung semua pihak terkait, dan terus dikembangkan sehingga dapat diimplementasikan penuh di Masyarakat. Semakin cepat dan lancar masyarakat mendapat akses terhadap macam-macam layanan keuangan, akan semakin masyarakat menikmati keberhasilan program inklusi keuangan di negara kita,” kata Gede.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jaringan dan Layanan Bank BRI, Osbal Saragi menyampaikan bahwa Bank BRI selalu memiliki komitmen untuk terus membantu meningkatkan rasio keuangan inklusif di Indonesia, melalui pendekatan inovasi digital maka akses layanan keuangan oleh Bank BRI tidak lagi hanya terpaku pada Unit Kerja BRI.

“Pelayanan akses keuangan kepada masyarakat khususnya masyarakat unbanked akan lebih diarahkan kepada Agen BRILink, oleh karena itu kami akan terus menguatkan peran Agen BRILink sehingga seluruh layanan keuangan yang dimiliki Bank dapat dijalankan oleh Agen BRILinkā€, ujar Osbal.

Saat ini sudah ada 400.000 agen BRILink di seluruh Indonesia. Di Bangka sudah mencapai 1600, sedangkan di Belitung sebanyak 600 agen BRILink.