Technologue.id, Jakarta – Facebook dikabarkan mulai berlakukan kebijakan baru untuk anak perusahaanya, Instagram. Kebijakan tersebut berupa penghapusan konten yang berisi dukungan terhadap Jenderal The Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Qasem Soleimani di platform Instagram.

Dilansir dari CNN Business, Seorang juru bicara Facebook mengatakan, “Kami melakukan kebijakan ini berdasarkan undang-undang sanksi Amerika Serikat (AS), termasuk kebijakan yang berkaitan dengan IRGC dan pemimpinnya.”

Baca Juga:
Hapus Deepfake, Facebook Dikritik Pejabat AS

Seorang pemain sepak bola asal Iran, Alireza Jahanbakhsh, memposting foto Jenderal Soleimani di Instagramnya yang sudah terverifikasi. Namun Jahanbakhsh mengatakan postingannya telah dihapus oleh Instagram.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah Iran melayangkan protes keras padahal Instagram sendiri masih dibebaskan untuk diakses oleh warga Iran tidak seperti Facebook dan Twitter yang sudah diblokir. Iran bahkan menciptakan sebuah portal khusus di website pemerintahan yang berisi contoh postingan yang telah dihapus. Padahal Instagram sendiri tidak diblokir oleh Iran.

Baca Juga:
Facebook Dalang Kemenangan Donald Trump di Pilpres 2016?

Instagram juga sebelumnya telah menutup akun Soleimani di platformnya sejak April lalu setelah pemerintah AS menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris. Pelabelan itu juga merupakan pertama kainya AS secara resmi menunjuk militer negara lain sebagai teroris.