Elon Musk: Teknologi Ini Bisa Jadi Pemicu Perang Dunia Ketiga

Elon Musk: Teknologi Ini Bisa Jadi Pemicu Perang Dunia Ketiga
Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX (source: Wikimedia.org)

Technologue.id, Jakarta – Sejumlah perusahaan besar teknologi dewasa ini seakan memandang bahwa artificial intelligence (AI) adalah hal paling mengagumkan di era ini untuk dibawa ke masa depan. Makanya, perusahaan sekelas Apple dan Google sampai mau berinvestasi untuk membuat mobil tanpa awak hingga asisten virtual dalam perangkat seluler.

Namun, Elon Musk punya pandangan tersendiri soal AI. CEO Tesla sekaligus SpaceX itu berkomentar bahwa kecerdasan artifisial jika sudah superior nantinya akan sangat berpotensi untuk menyebabkan Perang Dunia Ketiga.

Baca juga:

Kelebihan Utama Essential Phone Justru Bisa Jadi Kerugian Besar

Cuitan Musk lewat akun Twitter pribadinya (04/09/17) itu sejatinya adalah respons atas pernyataan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Menurut Putin, negara yang terdepan dalam penguasaan AI bisa menjadi pemimpin dunia. Pemerintah, dari persepsi Musk, harus mulai meregulasi AI. Kalau tidak, keadaan ke depan bisa lebih parah daripada situasi terkini di Korea Utara.

Elon Musk: Teknologi Ini Bisa Jadi Pemicu Perang Dunia Ketiga
Cuitan Elon Musk akan bahaya artificial intelligence (source: Twitter / elonmusk)

Baca juga:

Bukan Baju Atau Gadget, Justru Ini Produk Terlaris di ShopBack

Ini bukan kali pertama Musk melempar kritik soal bagaimana manusia memandang AI. Ia juga pernah berseberangan pendapat dengan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, dua bulan lalu.
Zuck menilai AI bisa membantu kehidupan manusia dalam lima sampai 10 tahun ke depan, sedangkan Musk justru merasa eksistensi manusia bakal terancam karena AI. Saking “visionernya” Elon Musk, ia sampai berkomentar bahwa pengetahuan si bos Facebook soal AI masih rendah pasca berdialog bersama.

Baca juga:

Vendor Antah Berantah Lahirkan Ponsel Dual-Camera, Baguskah?

Menariknya, Musk sendiri antusias dengan AI. Ia mendirikan perusahaan riset AI bernama OpenAI. Terakhir, startup-nya itu bisa mengalahkan manusia dalam battle DOTA 2 1-vs-1.