Technologue.id, Jakarta – Indonesia Website Awards (IWA) dengan sukses digelar penyedia layanan cloud hosting Exabytes dengan menggandeng UpCloud perusahaan asal Finlandia sebagai Co-Organizer pada Sabtu (27/4). Ajang penghargaan ini menghasilkan tiga pemenang dari kategori E-Commerce, Komersial (UKM) dan Personal.

Menurut Country Manager Exabytes Indonesia Indra Hartawan, partisipasi Indonesia Website Awards terjadi peningkatan signifikan sebesar 96 persen dibanding tahun lalu. Tak hanya peningkatan jumlah partisipasi, namun dari segi kualitas website juga meningkat, dimana beberapa nama beken seperti Bank BRI, aplikasi HR Sleekr dan ShopAtVelvet juga ikut bergabung.

Baca Juga:
Chrome Bakal Blokir Website yang Penuh dengan Iklan

UpCloud yang merupakan Co-organizer dari IWA 2018 sendiri melihat besarnya potensi industri website di Indonesia dan memutuskan untuk hadir di Indonesia sejak sepuluh bulan yang lalu.

- Advertisement -

“Acara IWA sangat bagus karena event ini sejalan dengan strategi pendekatan UpCloud yang lebih mengutamakan interaksi human to human”, tutur Safwah selaku regional manager UpCloud Indonesia.

UpCloud juga percaya dengan bergabung di acara IWA 2018 bisa mendekatkan diri dengan komunitas web developer di Indonesia. Selain menyegarkan kembali industri website, dengan adanya IWA juga dapat berkontribusi terhadap kemajuan industri e-commerce di Indonesia.

Baca Juga:
Browser Edge Berbasis Chromium Mulai Diujicoba

Data Google-Temasek Report menunjukan Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi internet terbesar dan tercepat dalam tiga tahun terakhir di Asia Tenggara. Dalam laporan yang sama menyatakan bahwa e-commerce adalah industri yang paling pesat pertumbuhannya.

Sejalan dengan ini, Indra Hartawan menuturkan, “Website merupakan suatu keharusan bagi UKM yang sudah melek digital, terutama bagi mereka yang ingin bersaing di pasar global”.

Sependapat dengan data Google-Temasek, Safwah juga menyatakan, “Bisnis startup dan UKM sudah sepatutnya menggunakan pendekatan internet first”.

Di sisi lain, survei dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) menunjukkan bahwa pada 2016 sudah ada sekitar 28 persen dari pelaku UKM yang memasarkan produknya melalui website. Dengan data ini, Indra optimis di 2019 jumlah UKM yang menggunakan website sudah meningkat dengan pesat.