Technologue.id, Jakarta – Skandal kebocoran data Facebook yang menyeret nama Cambridge Analytica tak hanya membuat beberapa pengguna kehilangan kepercayaan terhadap media sosial terpopuler sejagat tersebut. Ada juga pegawai Facebook yang harus kehilangan pekerjaannya.

COO Facebook, Sheryl Sandberg, mengakui kalau pihaknya telah memecat beberapa pegawai terkait skandal Cambridge Analytica itu. “Kami memecat orang,” kata Sandberg saat menjawab pertanyaan dari seorang jurnalis di ajang Code Conference 2018.

Baca juga:

Netizen Malah Lebih Aktif di Facebook Pasca Skandal Cambridge Analytica

Namun, mengutip Engadget.com (29/05/2018), Sandberg enggan menyebut siapa saja orang dalam Facebook yang terkait dengan skandal itu. Ia juga tak mendetailkan berapa banyak pegawai yang dirumahkan karena kasus tersebut.

Sandberg juga mengatakan kalau ia dan Mark Zuckerberg selaku CEO mengaku bertanggung jawab atas kasus kecolongan ini. Ia juga meminta maaf atas kesalahan Facebook lainnya, yaitu keterlambatan memberantas berita hoax dan intervensi saat pemilu Amerika Serikat.

Baca juga:

Perusahaan yang Manfaatkan Data User Facebook Tutup, Karena Bangkrut?

“Kami telah meminta maaf, tetapi permintaan maaf ini bukanlah poin utamanya. Yang terpenting adalah upaya yang tengah kami ambil. Di semua problem tersebut, kami memikirkan cara yang sangat berbeda untuk menunjukkan pertanggungjawaban,” kata salah satu wanita berpengaruh di industri teknologi itu.

Baca juga:

Vietnam Mulai Keras Awasi Facebook dan Google

Adapun cara pertanggungjawaban itu berupa transparansi kebijakan Facebook, tak bergantung pada artificial intelligence (AI) saja dan memerdayakan manusia untuk memoderasi konten di platformnya, serta memfokuskan penggunaan Facebook agar user-nya lebih dekat dengan teman dan keluarganya.